Mahkamah Syar’iyah Singkil Ikuti Diskusi Internasional FCFCOA-BPHPI Secara Daring

SINGKIL – Rabu, 11 Februari 2026 | Dalam upaya memperkuat sistem peradilan yang sehat dan lingkungan kerja yang aman, jajaran Hakim Mahkamah Syar’iyah Singkil mengikuti diskusi penting berskala internasional. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini berpusat di Ruang Media Center Mahkamah Syar’iyah Singkil, dimulai tepat pukul 09.00 WIB.

20260211 090612 11zon

Diskusi ini merupakan kolaborasi strategis antara Federal Circuit and Family Court of Australia (FCFCOA) dengan Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI). Agenda bertajuk “Judicial Wellbeing and Safe Workplaces” ini menyoroti pentingnya kesejahteraan mental hakim dan penciptaan ruang kerja yang aman bagi para pengadil.

Urgentnya Isu Judicial Wellbeing di Era Modern

Kegiatan yang diikuti oleh para hakim di Mahkamah Syar’iyah Singkil ini didasari oleh kesadaran bahwa beban kerja hakim bukan hanya sekadar administratif dan yuridis, melainkan juga beban psikologis yang tinggi. Menangani perkara-perkara keluarga dan sengketa di Mahkamah Syar’iyah menuntut ketahanan mental yang luar biasa.

Dalam sesi diskusi, para pemateri dari FCFCOA berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik (best practices) di Australia dalam menjaga kesehatan mental para hakim. Poin-poin utama yang dibahas meliputi:

  • Manajemen Stres Peradilan: Teknik menghadapi tekanan beban perkara yang tinggi tanpa mengorbankan objektivitas putusan.
  • Keamanan Tempat Kerja: Menciptakan lingkungan kantor yang mendukung keamanan fisik maupun psikologis dari potensi intimidasi atau kekerasan pihak berperkara.
  • Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balance): Strategi bagi para hakim agar tetap produktif namun memiliki waktu yang cukup untuk pemulihan diri.

Penerapan di Mahkamah Syar’iyah Singkil

Keikutsertaan Hakim Mahkamah Syar’iyah Singkil dalam agenda ini merupakan bentuk komitmen lembaga untuk terus memperbaharui wawasan global dalam manajemen peradilan. Di ruang Media Center, para hakim tampak antusias mengikuti pemaparan dan terlibat dalam sesi tanya jawab yang interaktif.

Salah satu Hakim Mahkamah Syar’iyah Singkil menyampaikan bahwa tema ini sangat relevan dengan dinamika saat ini.

“Hakim yang sehat secara mental akan menghasilkan putusan yang lebih berkualitas dan berkeadilan. Lingkungan kerja yang aman adalah fondasi bagi kami untuk memutus perkara tanpa tekanan,” ungkapnya di sela-sela acara.

20260211 090624 11zon

Sinergi Internasional untuk Transformasi Peradilan

Kerjasama antara BPHPI dan FCFCOA ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi teori semata, namun dapat diimplementasikan ke dalam kebijakan internal Mahkamah Agung RI, termasuk di satuan kerja tingkat pertama seperti Mahkamah Syar’iyah Singkil.

Dengan mengikuti kegiatan ini, Mahkamah Syar’iyah Singkil membuktikan bahwa meskipun berada di wilayah ujung barat Indonesia, wawasan dan standar kerja yang dianut tetap mengacu pada perkembangan global demi memberikan pelayanan hukum terbaik bagi Masyarakat pencari keadilan.

Acara berakhir dengan sesi foto bersama dan perumusan poin-poin penting yang akan dilaporkan sebagai bahan evaluasi internal dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan suportif. Semoga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *