msaceh

berita se aceh

berita se aceh (8764)

Penandatanganan Kerjasama Mediator Non Hakim MS Takengon, Win Syuhada : "Langkah progresif dalam meningkatkan efisiensi sistem peradilan"

Takengon - Mahkamah Syar'iyah Takengon hari ini menggelar acara penandatanganan kerjasama dengan tiga mediator non hakim yang akan berperan penting dalam proses mediasi perkara-perkara yang diajukan ke Mahkamah Syar'iyah. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Syar'iyah Takengon, Win Syuhada, yang didampingi oleh Wakil Ketua Dangas Siregar dan Panitera Izwar Ibrahim. Selasa, 27 Februari 2024.

 

Berlatar diruang Media Center MS Takengon tiga mediator non hakim yang ditunjuk adalah Ni'mah Kurniasari, Askari Guna Siregar, dan Fauziah Hardiyanti. Mereka dipilih berdasarkan pengalaman dan keahlian dalam mediasi serta integritas mereka dalam menangani konflik. Penunjukan mereka diharapkan dapat mempercepat penyelesaian perkara-perkara yang masuk ke Mahkamah Syar'iyah dengan cara yang damai dan mengedepankan keadilan.

Ketua Mahkamah Syar'iyah Takengon, Win Syuhada, menyampaikan bahwa kehadiran mediator non hakim ini adalah langkah progresif dalam meningkatkan efisiensi sistem peradilan. "Kami percaya bahwa mediasi adalah cara yang efektif untuk menyelesaikan perselisihan antara pihak-pihak yang bersengketa. Dengan adanya mediator non hakim yang berkualitas, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya.

Dalam penandatanganan kerjasama ini, para mediator non hakim tersebut menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Mereka berjanji akan mengedepankan prinsip keadilan serta menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan oleh pihak yang bersengketa.

Penandatanganan kerjasama antara Mahkamah Syar'iyah Takengon dengan para mediator non hakim ini diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan akses masyarakat terhadap penyelesaian konflik yang lebih cepat, efisien, dan bermartabat melalui mediasi.

Tim Humas MS Takengon, Aceh Tengah

Read more...

Comment

Mediator MS Kutacane Berhasil Mendamaikan Perkara Hadhanah

mediasi berhasil hadhanah

ms-kutacane.go.id – Selasa (27/02/2024), Bertempat di Ruang Mediasi MS Kutacane, Mediator Ibnu Mujahid, S.H. berhasil melaksanakan Mediasi Perkara Hak Asuh Anak (Hadhanah) dengan nomor register perkara 21/Pdt.G/2024/MS.KC yang dihadiri oleh pihak penggugat maupun tergugat. Hadhanah (pemeliharaan anak) merupakan tanggungjawab kedua orang tua yang melahirkannya. Kewajiban dan tanggung jawab orang tua dalam mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sejatinya, hadhanah dapat terlaksana dengan baik jika antara kedua orangtua dapat hidup rukun dan damai. Upaya mediasi ini dilaksanakan secara kekeluargaan dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan musyawarah yang baik agar mediasi ini berhasil dengan kesepakatan damai. Dalam proses mediasi tersebut, Hakim Mediator Ibnu Mujahid, S.H. telah mengupayakan perdamaian semaksimal mungkin dengan cara memberikan masukan berupa nasehat dan pandangan kedepan terkait hak asuh anak (Hadhanah). Keberhasilan penyelesaian perkara secara perdamaian ini menambah jumlah keberhasilan melalui mediasi yang telah dicapai oleh Hakim Mediator pada MS Kutacane. Semoga keberhasilan seperti ini dapat terus berlanjut pada perkara-perkara dengan mediator yang lain juga, sehingga dengan demikian akan meningkatkan penyelesaian perkara pada Mahkamah Syar`iyah Kutacane serta pertengkaran dan permusuhan antar para pihak berperkara dapat di minimalisir dan pada akhirnya dapat meningkatkan kerukunan dalam masyarakat secara umum. (IT MSKC)

Read more...

Comment

Gugatan Perceraian Berakhir Damai Melalui Mediasi di Sidang Keliling Mahkamah Syar'iyah Takengon

Takengon - Perkara gugatan perceraian di persidangan diluar gedung Mahkamah Syar'iyah Takengon akhirnya menemukan titik terang yang damai melalui mediasi. Kasus ini disahkan damai oleh Hakim Senior Mahkamah Syar'iyah Takengon, Drs. Taufik Ridha, dalam sebuah sidang yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ketol. Jum'at: 23 Februari 2024.

 

Perceraian yang melibatkan pasangan suami istri yang telah menikah selama lebih dari 5 tahun ini telah menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, dengan intervensi mediasi, kedua belah pihak berhasil menyelesaikan perselisihan mereka dengan damai.

Menurut Hakim Senior Drs. Taufik Ridha, mediasi memainkan peran yang sangat penting dalam menyelesaikan konflik rumah tangga seperti ini. "Mediasi memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling mendengarkan dan mencapai kesepakatan yang memuaskan bagi keduanya tanpa harus melibatkan proses persidangan yang panjang dan memakan waktu," kata beliau kepada Tim Humas.



Pihak KUA juga menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung upaya-upaya mediasi dalam menyelesaikan konflik rumah tangga di masyarakat. "Mediasi adalah cara yang efektif untuk menghindari keruwetan dan ketegangan yang sering terjadi dalam proses persidangan formal," tambahnya.

Penyelesaian damai kasus perceraian ini memberikan contoh positif tentang pentingnya mediasi dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Diharapkan, pendekatan ini akan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan mereka dengan cara yang lebih konstruktif dan damai di masa depan.

Tim Humas MS Takengon, Aceh Tengah

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed
lapor.png maklumat_pelayanan.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019