Singkil, 25 Februari 2026 – Di tengah hiruk-pikuk penanganan perkara yang padat, ada pemandangan menyejukkan yang menyapa setiap orang yang melangkahkan kaki ke gedung Mahkamah Syar’iyah Singkil pagi ini. Sebelum palu sidang diketuk dan berkas-berkas hukum dibuka, para aparatur Mahkamah Syar’iyah berkumpul dalam kekhusyukan untuk melaksanakan tradisi Tadarus Al-Qur’an.

Memulai Hari dengan Keberkahan
Tepat pukul 08.30 WIB, suasana kantor yang biasanya formal berubah menjadi religius. Di bawah cahaya pagi yang masuk melalui jendela aula, Ketua, Hakim, hingga seluruh staf duduk bersimpuh membentuk halaqah.
Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di setiap sudut ruangan, menciptakan atmosfer yang tenang dan penuh kedamaian. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah kebutuhan spiritual untuk memperkuat batin para penegak hukum sebelum menghadapi beban tugas yang berat sepanjang hari.
Penyejuk Hati di Tengah Padatnya Jadwal
Bagi para aparatur di Mahkamah Syar’iyah Singkil, Ramadan tahun 2026 ini terasa sangat istimewa. Meskipun jadwal persidangan—mulai dari perkara perdata, mediasi, hingga sidang jinayat—kerap berlangsung hingga menjelang berbuka puasa, tadarusan pagi menjadi “bahan bakar” spiritual yang menjaga kesabaran dan kejernihan pikiran mereka.
“Membaca Al-Qur’an di pagi hari memberikan ketenangan yang luar biasa. Ini adalah cara kami mengetuk pintu langit agar setiap putusan yang kami ambil hari ini benar-benar mencerminkan keadilan yang diridhai Allah SWT,” ujar salah satu hakim di sela-sela kegiatannya.

Mempererat Ukhuwah Antar Pegawai
Selain nilai ibadah, kegiatan tadarus bersama ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi (ukhuwah) di antara keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Singkil. Dalam lingkaran tadarus, tidak ada sekat jabatan; semua sama-sama belajar dan menyimak bacaan satu sama lain. Saling mengoreksi tajwid dan mendalami makna ayat yang dibaca menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat, yang nantinya berdampak positif pada koordinasi kerja tim di kantor.
Komitmen Pelayanan Berbasis Nilai Syariat
Tradisi tadarus yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026 ini menegaskan identitas Mahkamah Syar’iyah Singkil sebagai lembaga peradilan yang tidak hanya mengedepankan hukum formal, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.
Masyarakat yang datang pagi itu pun merasa terbawa dalam suasana tenang. Beberapa pencari keadilan yang menunggu jadwal sidang tampak ikut menyimak lantunan ayat suci dari ruang tunggu, menciptakan sinergi positif antara lembaga peradilan dan masyarakat yang dilayani.
Penutup
Kegiatan tadarusan pagi di bulan Ramadan ini menjadi pengingat bahwa di balik ketegasan hukum, ada hati yang harus terus disirami dengan cahaya wahyu. Dengan memulai hari melalui interaksi bersama Al-Qur’an, Mahkamah Syar’iyah Singkil berharap setiap pelayanan yang diberikan hingga sore nanti senantiasa bernilai ibadah dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Aceh Singkil.
Website Resmi Mahkamah Syar'iyah Aceh