Langsa | ms-langsa.go.id. | Kamis, 05 Maret 2026, Bertempat di Musholla Darussalam, Kompleks Mahkamah Syar’iyah Langsa, diselenggarakan tausiyah Ramadhan rutin usai pelaksanaan shalat berjamaah. Tausiyah kali ini mengangkat tema krusial mengenai esensi menjadi Muslim yang peka, bukan sekadar menampilkan pencitraan Islami.

Tausiyah pada kesempatan kali ini disampaikan oleh Kasubbag Kepegawaian Mahkamah Syar’iyah Langsa, Bapak Fadhyansyah, A.Md.
Beliau mengingatkan jamaah bahwa di era digital saat ini, menjadi Muslim yang “terlihat” saleh sangatlah mudah. Status WhatsApp bernuansa religi, unggahan foto tarawih, hingga dokumentasi berbagi sering memenuhi media sosial. Namun, esensi Ramadhan sesungguhnya terletak pada kepekaan hati, bukan tampilan lahiriah belaka.

“Ramadhan bukan hanya tentang tampilan ibadah, tapi tentang kepekaan hati. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183: La allakum tattaquun (agar kalian bertakwa). Taqwa adalah kepekaan hati terhadap perintah Allah dan keadaan sesama,” ujar beliau di hadapan keluarga besar MS Langsa.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Muslim yang peka akan mudah tersentuh melihat kesulitan orang lain, menjaga lisan, dan menjaga sikap. Sebaliknya, orang yang hanya ingin terlihat baik, cenderung sibuk memperindah penampilan luar namun lupa memperbaiki hati.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, diingatkan bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan hati dan amal. Ramadhan mendidik kepekaan tersebut: lapar mengajarkan empati pada yang kekurangan, menahan marah mengajarkan memahami perasaan orang lain, dan zakat/sedekah mengajarkan untuk tidak egois.
Tausiyah ditutup dengan ajakan untuk menjadikan momen Ramadhan ini sebagai ajang penempaan hati menjadi pribadi yang lebih peka, tulus, dan peduli, bukan sekadar mengejar pencitraan di hadapan manusia.
Website Resmi Mahkamah Syar'iyah Aceh