Menelusuri Jejak Padatnya Agenda Mahkamah Syar’iyah Singkil di Bulan Ramadan

Singkil, 24 Februari 2026 – Bulan suci Ramadan biasanya identik dengan penyesuaian jam kerja yang lebih singkat bagi instansi pemerintah. Namun, pemandangan berbeda tampak di Mahkamah Syar’iyah Singkil. Selasa ini, meski dalam kondisi menahan lapar dan dahaga, Mahkamah Syar’iyah Singkil tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Tak ada kata surut dalam melayani masyarakat, bahkan jika harus bersidang hingga waktu berbuka puasa tiba.

20260225 094951 11zon

Pagi yang Riuh dengan Perkara Perdata

Geliat aktivitas di kantor Mahkamah Syar’iyah Singkil sudah terasa sejak pukul 09.00 WIB. Ruang tunggu mulai dipenuhi oleh para pencari keadilan. Agenda pembuka hari itu didominasi oleh Persidangan Perceraian. Satu per satu pasangan suami istri dipanggil memasuki ruang sidang utama.

Hakim ketua dengan telaten memeriksa berkas, mendengarkan keterangan saksi, dan menggali fakta-fakta hukum di balik keretakan rumah tangga tersebut. Meski dalam kondisi berpuasa, ketegasan dan ketelitian hakim tidak berkurang sedikit pun dalam memimpin jalannya persidangan yang kerap menguras emosi ini.

Menjembatani Kedamaian di Ruang Mediasi

Selesai dengan agenda persidangan pembuka, aktivitas berlanjut ke ruang yang lebih tenang namun penuh tekanan: Ruang Mediasi. Di sini, Hakim Mediator berperan vital. Bukan sekadar memutus perkara, tugas berat mediator adalah menyatukan kembali hati yang retak.

Proses mediasi hari ini berlangsung cukup alot. Hakim Mediator berupaya memberikan pandangan dari sisi syariat dan hukum positif, membujuk para pihak untuk mengedepankan perdamaian di bulan yang penuh berkah ini. Semangat untuk mendamaikan menjadi prioritas utama sebelum perkara dilanjutkan ke tahap litigasi yang lebih tajam.

Melampaui Batas Jarak Melalui Sidang Virtual (Zoom)

Teknologi menjadi penyelamat di tengah jadwal yang sangat padat. Siang harinya, majelis hakim langsung bersiap di depan layar monitor untuk melaksanakan Persidangan Perkara Cerai via Zoom.

Langkah ini diambil untuk mengakomodasi pihak yang berada di luar daerah atau memiliki kendala fisik untuk hadir langsung di Singkil. Transformasi digital ini memastikan bahwa akses keadilan tetap terbuka lebar bagi siapa saja, tanpa hambatan jarak, meski stamina para hakim mulai diuji seiring matahari yang beranjak tinggi.

Maraton Sidang Jinayat Hingga Menjelang Berbuka

Puncak kepadatan terjadi pada sore hari. Agenda beralih ke Persidangan Jinayat (pelanggaran hukum syariat). Kasus-kasus jinayat yang menuntut pemeriksaan saksi-saksi secara mendalam membuat waktu berjalan begitu cepat.

Tak terasa, jarum jam sudah melewati angka 17.00 WIB, namun perdebatan hukum di ruang sidang masih berlangsung dinamis. Tanya jawab antara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Penasihat Hukum, dan Terdakwa terus mengalir. Akhirnya, palu sidang baru diketuk sebagai tanda berakhirnya rangkaian agenda tepat pada pukul 18.30 WIB.

“Ramadan bukan penghalang, justru menjadi momentum bagi kami di Mahkamah Syar’iyah Singkil untuk memberikan pelayanan terbaik. Jika masyarakat butuh keadilan, kami siap melayani meski harus pulang saat waktu berbuka tiba,” ujar salah satu aparatur di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Singkil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *