Catatan Kultum Ramadhan di Mahkamah Syar’iyah Singkil

SINGKIL – Suasana khidmat menyelimuti Mushola Mahkamah Syar’iyah Singkil pada Senin, 23 Februari 2026. Di tengah rutinitas kedinasan bulan suci Ramadhan 1447 H, aparatur peradilan berkumpul selepas salat Zuhur berjamaah untuk menyimak siraman rohani. Kultum kali ini menghadirkan Hakim Zulkarnaini sebagai pemateri, yang membawakan tema mendalam: “Tauhid: Landasan Menjalankan Profesi Sebaik-baiknya dan Menjalin Hubungan Baik Sesama Manusia.”

IMG 20260223 WA0026

Tauhid Sebagai Akar Profesionalisme

Dalam pembukaannya, Hakim Zulkarnaini menekankan bahwa tauhid bukan sekadar konsep teologis tentang keesaan Allah, melainkan fondasi bagi setiap tindakan manusia, termasuk dalam bekerja. Beliau menjelaskan bahwa seorang hamba yang memiliki tauhid yang lurus akan menyadari bahwa setiap aktivitasnya diawasi oleh Sang Pencipta (Muraqabah).

Beliau menambahkan bahwa profesionalisme yang berakar pada tauhid akan melahirkan integritas yang kokoh. Seorang pegawai atau hakim tidak akan berani melakukan penyimpangan bukan karena takut pada pimpinan atau pengawas, melainkan karena rasa takut dan malu kepada Allah.

Menjalankan Profesi dengan “Ihsan”

Melanjutkan materinya, Hakim Zulkarnaini mengaitkan konsep Ihsan—beribadah seolah-olah melihat Allah—ke dalam dunia kerja. Menjalankan profesi dengan “sebaik-baiknya” berarti memberikan standar pelayanan tertinggi, ketelitian dalam administrasi, dan keadilan dalam setiap putusan.

Beberapa poin penting yang ditekankan dalam menjalankan profesi secara islami adalah:

  • Amanah: Menjaga kepercayaan publik dan negara.
  • Itqan: Melakukan pekerjaan secara tekun, teliti, dan tuntas.
  • Efisiensi Waktu: Menghargai waktu kerja sebagai bagian dari janji kepada Allah dan publik.
IMG 20260223 WA0013

Kesalehan Sosial: Menjalin Hubungan Sesama Manusia

Tema kedua yang diangkat adalah pentingnya menjaga hubungan baik antarmanusia (Hablum Minannas). Hakim Zulkarnaini mengingatkan bahwa kesalehan ritual di bulan Ramadhan, seperti puasa dan salat, tidak akan sempurna jika tidak dibarengi dengan kesalehan sosial.

Di lingkungan kerja seperti Mahkamah Syar’iyah Singkil, hubungan baik ini manifestasikan dalam:

  1. Kerjasama Tim (Sinergi): Saling membantu antarbagian untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Akhlakul Karimah kepada Pihak Berperkara: Melayani masyarakat yang mencari keadilan dengan santun dan tanpa diskriminasi.
  3. Lingkungan Kerja yang Harmonis: Menghindari ghibah, hasad (iri dengki), dan konflik yang tidak produktif.

“Ramadhan adalah momentum untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit sosial. Dengan hubungan yang baik sesama rekan kerja, beban pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan,” tambahnya.

Penutup: Pesan untuk Masa Depan

Menutup kultum tersebut, Hakim Zulkarnaini mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan sisa Ramadhan tahun 2026 ini sebagai ajang transformasi diri. Harapannya, nilai-nilai tauhid dan ukhuwah yang dipupuk selama bulan suci ini dapat terus diimplementasikan dalam tugas keseharian di MS Singkil, bahkan setelah Ramadhan berakhir.

Kegiatan kultum ba’da Zuhur ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh aparatur diberikan kekuatan untuk tetap istiqomah dalam integritas dan terus menebar manfaat bagi masyarakat pencari keadilan di Bumi Sekata Sepekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *