Singkil, 27 Februari 2026 – Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di kantor Mahkamah Syar’iyah Singkil tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Meskipun aktivitas persidangan dan pelayanan hukum tetap berjalan prima, aroma spiritual terasa begitu kental. Tepat setelah pelaksanaan salat zuhur berjamaah, seluruh aparatur Mahkamah Syar’iyah Singkil berkumpul untuk melaksanakan kegiatan rutin yang paling dinanti: Tadarus Al-Qur’an Bersama.

Kegiatan ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan komitmen lembaga untuk membumikan nilai-nilai syariat di Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili, dimulai dari internal para penegak hukumnya sendiri.
Mempererat Ukhuwah di Tengah Kesibukan Peradilan
Hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, kegiatan tadarus dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Singkil. Seluruh elemen kantor, mulai dari Hakim, Panitera, Sekretaris, hingga staf PPPK, duduk melingkar dengan mushaf di tangan masing-masing.
Mengapa Tadarus Bersama Menjadi Penting?
Ada tiga pilar utama yang mendasari rutinitas ini:
- Pembersihan Jiwa (Tazkiyatun Nafs): Sebagai institusi yang menangani perkara hukum dan keluarga, para aparatur sering berhadapan dengan konflik yang menguras emosi. Tadarus menjadi “oase” untuk menenangkan pikiran agar tetap objektif dan bijaksana.
- Peningkatan Integritas: Dengan berinteraksi langsung dengan ayat-ayat suci setiap hari, diharapkan nilai kejujuran dan keadilan semakin terhujam kuat dalam sanubari setiap pegawai.
- Efek Kolektif: Berbeda dengan membaca sendiri, tadarus bersama menciptakan harmoni. Suara lantunan ayat yang bersahut-sahutan menciptakan atmosfer kerja yang lebih damai dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan tadarus bersama di Mahkamah Syar’iyah Singkil pada 27 Februari 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa semangat syariat Islam di Aceh tetap menyala terang. Di tengah tantangan zaman dan beban kerja yang dinamis, kembali ke Al-Qur’an adalah cara terbaik bagi lembaga ini untuk tetap membumi dan dipercaya oleh masyarakat.
Website Resmi Mahkamah Syar'iyah Aceh