Apel Pagi, Ketua MS Blangkejeren Ingatkan Pentingnya Ketahanan Finansial Aparatur

Apel Pagi, Ketua MS Blangkejeren Ingatkan Pentingnya Ketahanan Finansial Aparatur


Blangkejeren | Senin, 10 Agustus 2026
 — Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren melaksanakan apel pagi pada Senin (10/8/2026). Bertindak sebagai pembina apel, Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren, Gunawan, S.H.I., M.H., menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh aparatur, salah satunya mengenai pentingnya menjaga ketahanan finansial sebagai bagian yang dapat memengaruhi kinerja aparatur.

Dalam amanatnya, Ketua MS Blangkejeren menyampaikan bahwa aparatur dengan jabatan dan penghasilan yang sama belum tentu memiliki kondisi atau ketahanan finansial yang sama. Menurutnya, kondisi finansial masing-masing aparatur dapat berbeda karena dipengaruhi oleh bagaimana seseorang mengelola penghasilannya. “Kekuatan finansial aparatur itu sangat memengaruhi kinerja aparatur itu sendiri,” ujar Gunawan dalam amanatnya.

Ia menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga hal yang menurut analisisnya dapat memengaruhi ketahanan finansial seseorang.

Pertama, manajemen finansial yang buruk. Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan penghasilan dapat menyebabkan kondisi keuangan menjadi tidak sehat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada aparatur dengan penghasilan tertentu, tetapi juga dapat dialami oleh aparatur yang memiliki penghasilan relatif baik.

“Tidak sedikit teman sejawat saya yang bukan saja saat dulu penghasilannya sedikit, tetapi dengan penghasilan yang sekarang itu, dia lemah ketahanan finansial,” ungkapnya.

Kedua, gaya hidup yang berlebihan atau hedon. Ia mengingatkan agar aparatur mampu menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial masing-masing. Menurutnya, ukuran hidup hedon tidak harus dibandingkan dengan artis, menteri, atau orang yang memiliki penghasilan jauh lebih besar, tetapi dapat dilihat dengan membandingkan kondisi diri dengan orang yang memiliki level jabatan, penghasilan, dan strata sosial yang relatif sama.

“Jangan dibandingkan dengan artis atau dengan menteri. Kita bandingkan dengan orang yang selevel dengan kita, yang mungkin jabatannya sama, mungkin penghasilannya sama, strata sosialnya yang sama,” jelasnya.

Ketiga, Ketua MS Blangkejeren menyampaikan tentang keberkahan dari penghasilan. Ia menjelaskan bahwa keberkahan dapat dimaknai sebagai bertambah atau meningkatnya kebaikan dari sesuatu yang diperoleh.

Menurutnya, terdapat orang yang memperoleh penghasilan dengan jumlah yang tidak terlalu besar, namun karena keberkahan, penghasilan tersebut dapat mencukupi kebutuhan. Sebaliknya, ada pula yang memiliki penghasilan lebih besar tetapi tetap merasa tidak cukup.

Dalam konteks aparatur Mahkamah Syar’iyah, Gunawan mengajak seluruh aparatur untuk melakukan introspeksi terhadap pelaksanaan kewajiban dan penerimaan hak sebagai aparatur.

“Kalaupun ada, mari kita koreksi. Kalau pada posisi yang ketiga, kita perbaiki kinerja kita, kita tunaikan tanggung jawab kita, sehingga hak yang kita terima itu jadi halal bagi kita,” pesannya.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak yang diterima oleh setiap aparatur. Menurutnya, tanggung jawab yang telah diberikan harus dilaksanakan dengan baik sehingga hak yang diterima dapat dipertanggungjawabkan.

Di akhir amanat, Ketua MS Blangkejeren mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan persoalan ketahanan finansial sebagai bahan evaluasi diri, baik dari aspek pengelolaan keuangan, gaya hidup, maupun pelaksanaan tanggung jawab sebagai aparatur.

“Ya itu saja. Selamat bekerja, mudah-mudahan kita diberikan lindungan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Apel pagi kemudian ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan pelaksanaan tugas dan pelayanan sebagaimana agenda kerja Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. (Humas MS Blangkejeren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *