
Banda Aceh — Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh kembali menggelar prosesi pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama, pada hari yang sama Pada tanggal 02 Juni 2026 Pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Dr. Amir Khalis, sebagai bagian dari pembinaan sumber daya aparatur serta upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Suasana penuh khidmat dan nuansa religius mewarnai jalannya acara. Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh mengambil sumpah enam Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang secara resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier para aparatur yang telah menyelesaikan masa pengabdian sebagai CPNS dan kini mengemban tanggung jawab yang lebih besar sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan PNS, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara sumpah sebagai simbol kesiapan, komitmen, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh negara.
Dalam sambutannya, Dr. Amir Khalis menyampaikan bahwa status sebagai Pegawai Negeri Sipil bukan sekadar perubahan administratif, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh integritas, profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi. Beliau mengajak seluruh pegawai yang baru disumpah untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya peradilan yang berkualitas dan berkeadilan.
Dengan bertambahnya aparatur yang telah resmi berstatus Pegawai Negeri Sipil, Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh semakin optimis dalam memperkuat kinerja kelembagaan dan mewujudkan pelayanan peradilan yang modern, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama, pemberian ucapan selamat, dan sesi foto bersama yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam mengemban amanah menuju terwujudnya peradilan yang agung dan berintegritas. (MyQ)
Website Resmi Mahkamah Syar'iyah Aceh