Banda Aceh — Memasuki bulan suci Ramadhan, Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Bapak Dr.H. Zulkifli Yus, M.H menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya membangun kekuatan spiritual bagi seluruh warga peradilan. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga kesempatan memperkuat integritas, keteladanan, dan tanggung jawab moral sebagai aparatur penegak hukum.
Menurutnya, warga peradilan memiliki posisi strategis di tengah masyarakat sehingga harus mampu menjadi contoh nyata dalam perilaku, etika kerja, serta kedisiplinan beribadah. Sikap dan tindakan aparatur peradilan, lanjutnya, tidak boleh mencederai marwah lembaga, khususnya Mahkamah Agung sebagai institusi yang menaungi sistem peradilan di Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa membangun kekuatan ibadah di bulan Ramadhan harus tercermin dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, kejujuran dalam bekerja, serta komitmen menjaga amanah jabatan. Dengan demikian, warga peradilan tidak hanya menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek pengabdian.
Melalui pesan tersebut, diharapkan seluruh aparatur peradilan mampu tampil sebagai role model yang membawa citra positif lembaga sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Website Resmi Mahkamah Syar'iyah Aceh