Print this page
21 Jan

MS Aceh Usulkan 9 Satker Dalam Penilaian Pembangunan ZI Menuju WBK

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Tahun 2020 ini adalah tahun ketiga dalam pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya. Pada tahun 2018 yang lalu, alhamdulillah PA Surabaya meraih WBK dan merupakan satu-satunya PA dan PTA yang mendapatkannya di lingkungan peradilan agama..

Pada tahun 2019, banyak PA/MS dan PTA yang meraih WBK, satu di antaranya adalah MS Kuala Simpang dan merupakan satu-satunya satker yang meraih WBK di lingkungan MS Aceh. Waktu itu, sebenarnya MS Aceh pun ikut diusulkan meraih WBK, tapi rupanya belum berhasil.

Pada tahun 2020 ini, pembangunan ZI menuju WBK kembali bergulir. Hal ini sesuai dengan surat Dirjen Badilag Nomor 134/DJA/KP.01.1/2020 tanggal 16 Januari 2020. Dalam surat yang ditanda tangani Dirjen Badilag tersebut, diminta kepada pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama untuk mengusulkan satker yang memenuhi syarat guna dilakukan penilaian oleh Tim Penilai Internal MA.

MS Aceh sebagai kawal depan MA bergerak cepat dan merespon surat Dirjen Badilag di atas. Lalu, pada hari Selasa (21/1), MS Aceh melakukan evaluasi terhadap satker yang memenuhi syarat untuk mendapat nilai ZI menuju WBK. Syarat tersebut antara lain telah mencanangkan pembangunan ZI, telah melakukan penilaian mandiri yang dituangkan pada LKE dan memiliki nilai APM dengan predikat A.

Setelah melalui proses yang ketat dan teliti, akhirnya ditemukan 9 satker yang layak diusulkan mendapat ZI menuju WBK yaitu MS Aceh, MS Banda Aceh, MS Sigli, MS Bireuen, MS Takengon, MS Langsa, MS Jantho, MS Kutacane dan MS Sabang.

Ketua MS Aceh H. Abd. Hamid Pulungan berpesan kepada ke-sembilan satker yang diusulkan untuk ZI menuju WBK ini dapat bekerja secara maksimal sehingga nilai yang diperoleh memenuhi sesuai yang ditentukan. Dirinya berharap semuanya meraih WBK.

“Saya berpesan kepada satker yang diusulkan mendapatkan ZI menuju WBK tahun 2020 bekerja secara sungguh-sungguh agar capaiannya memuaskan,” ujarnya berpesan.

“Semoga semuanya meraih ZI menuju WBK,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua MS Aceh H. Zulkifli Yus selaku Ketua Tim pembangunan ZI menuju WBK menjelaskan, bahwa dirinya bersama tim telah melakukan penilaian mandiri dengan memeriksa LKE yang dikirimkan satker ke MS Aceh. Disebutkannya, sebetulnya masih ada satker yang akan diusulkan, tetapi setelah diteliti ternyata tidak memenuhi persyaratan.

“Hanya 9 satker yang memenuhi persyaratan sehingga itulah yang dapat diusulkan,” urainya menjelaskan.

Rate this item
(0 votes)