msaceh

13 Des

Tiga Topik Ini Yang Menjadi Pembahasan Dalam Kunjungan Badilag di Family Court of Australia

Australia | ms-aceh.go.id

Kunjungan tim Badilag Mahkamah Agung RI yang dipimpin oleh Dirjen Badilag H. Aco Nur yang dimulai hari Senin (9/12) s.d. Jum’at (13/12) menghasilkan 3 (tiga) permasalahan yang akan ditindaklanjuti oleh PA di Indonesia. Ketiga permasalahan itu adalah memberikan pelayanan yang baik  kepada penyandang disabilitas, mengupayakan pelayanan prima kepada perempuan yang berhadapan dengan hukum dan pemenuhan hak-hak anak akibat cerai orang tua serta transfer teknologi informasi di Pengadilan.

Ketiga topik tersebut menjadi inti permasalahan yang diperoleh selama di Family Court of Australia yang akan dibahas oleh lintas lembaga di Indonesia sehingga terwujud PA yang peduli terhadap ketiga poin tersebut.

Peduli terhadap penyandang disabilitas

Seperti diketahui bahwa terdapat di antara masyarakat yang tidak sempurna kejadiannya sebagai seorang manusia. Misalnya saja ada yang tunawicara, tunarungu, dan yang lainnya yang menyebabkan terbatas kemampuannya seperti layaknya manusia yang sempurna. Terhadap mereka ini harus mendapat pelayanan dari yang baik ketika ia berurusan di Pengadilan.

“Terhadap kaum disabilitas harus mendapat hak-haknya di Pengadilan sebagaimana layaknya dalam melayani kebanyakan manusia lainnya,” papar Leisha Lister yang menjadi salah seorang senior Adviser AIJP.

Sedangkan terhadap kaum perempuan maupun anak yang menjadi korban akibat cerai orang tua, Leisha Lister juga berharap PA di Indonesia memberikan perhatian yang maksimal. Disebutkannya, banyak di antara perempuan yang mengajukan cerai ke PA akibat mendapat tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, semestinya perempuan harus mendapat perlindungan dari suaminya dalam rumah tangga.

“Terkadang seorang istri mengajukan cerai terhadap suaminya di PA akibat KDRT,” ujar Laisha Lister yang diamini senior Adviser lainnya yang bernama Cate Sumner.

Sementara itu, setentang peningkatan teknologi informasi di Pengadilan menjadi isu yang strategis untuk membuat PA menjadi pengadilan modern. Oleh sebab itu, transfer teknologi informasi yang telah dimiliki Family Court of Australia harus segera terwujud pada PA. Sekalipun harus diakui pada saat ini PA telah selangkah lebih maju apabila dibandingkan dengan Pengadilan lainnya. Misalnya saja PA telah memiliki command center yang berfungsi untuk teleconference guna pemeriksaan saksi dalam proses perkara e- letigisasi.

Teleconference dengan Prof. Lindsay di Universitas Melbourne

Dalam kesempatan diskusi, dilaksanakan teleconference dengan salah seorang Guru Besar Universitas Melbourne Prof. Lindsay. Beliau ini adalah Guru Besar yang membidangi hukum Islam dan ia fasih berbahasa Indonesia. Prof. Lindsay menjelaskan tentang eksekusi anak yang sering mendapat hambatan. Menurutnya, hukum acara perdata yang dipakai di Indonesia adalah peninggalan Belanda yang cenderung primitif.

“Hukum acara perdata adalah produk Belanda yang primitif, oleh sebab itu sudah waktunya diubah dengan hukum acara yang dibuat Indonesia sendiri,” ujarnya menyarankan.

Menurut Prof. Lindsay, akibat hukum acara tersebut menjadikan eksekusi terhadap anak sering mendapat kendala. Namun demikian, tambahnya lagi, PA harus melakukan pendekatan persuasif agar eksekusi anak terlaksana dengan baik.

Penutupan rangkaian kunjungan di Family Court of Australia Sydney

Setelah melakukan diskusi yang alot berbagai isu strategis untuk peningkatan layanan maupun modernisasi PA di Indonesia selama satu minggu, akhirnya seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara resmi oleh The Honourable Justice Judith Ryan.

Dalam kata sambutannya J. Ryan menyampaikan rasa gembira dan senang atas kunjungan tim Badilag ke Family Court of Australia. Dirinya berharap hubungan yang baik ini berlanjut pada masa yang akan datang.

“Saya berharap kerja sama antara Badilag dengan Family Court of Australia tetap terpelihara dengan baik,” ujarnya dengan senyum.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Candra Boy Seroza mewakili Dirjen Badilag mengucapkan terima kasih atas pelayanan Family Court of Australia kepada rombongan dari Jakarta. “Terima kasih kami sampaikan atas penerimaan yang ramah dan semoga kerja sama yang terjalin selama ini berlanjut pada waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan penutupan tersebut, Justice J. Ryan memberikan sertifikat kepada setiap peserta sebagai bukti telah melakukan kunjungan ke Family Court of Australia di Sydney. Di akhir kegiatan dilaksanakan sesi foto bersama.

Selamat tinggal Family Court of Australia Sydney. Banyak kenangan yang diperoleh di Negara Kanguru ini semoga pada kesempatan yang lain berjumpa kembali.

Rate this item
(0 votes)
back to top

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019