msaceh

11 Des

MS Aceh Teleconference Dengan Family Court of Australia

Banda Aceh I ms-aceh.go.id

Sebagaimana diberitakan sebelumnya rombongan Badilag Mahkamah Agung RI melakukan kunjungan ke Family Court of Australia di Sydney yang dipimpin oleh Dirjen Badilag H. Aco Nur. Rombongan ini telah tiga hari di Sydney melakukan pengamatan tentang proses penerimaan perkara maupun perlakuan terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, tentang perhatian Pengadilan terhadap kaum perempuan akibat korban kekerasan dalam rumah tangga dan penanganan terhadap anak yang bercerai orang tuanya.

Di sisi lain, Family Court of Australia juga melakukan teleconference terhadap Pengadilan di Indonesia sebagai wujud penggunaan teknologi informasi dalam proses penyelesaian perkara. Sementara itu, Badilag telah melaunching command center di Badilag sendiri maupun seluruh PA/MS dan PTA/MS Aceh. Command center ini diperlukan apabila ada pemeriksaan saksi yang berada di daerah lain Pengadilan yang memeriksa perkara.

Pada hari Rabu (11/12) selepas makan siang, Family Court of Australia melakukan teleconference kepada 2 (dua) Pengadilan ditambah dengan Badilag. Pengadilan tersebut adalah MS Aceh dan PA Yogyakarta.

“Tolong sampaikan ke MS Aceh, selepas makan siang ini Family Court of Australia akan teleconference dengan MS Aceh,” kata Dirjen Badilag H. Aco Nur kepada Ketua MS Aceh H. Abd. Hamid Pulungan yang ikut dalam rombongan Badilag ke Australia.

Langsung saja H. Abd. Hamid Pulungan memberitahu ke MS Aceh untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar teleconference terlaksana dengan baik. Alhamdulillah, Sekretaris MS Aceh Khairuddin melaporkan melalui WA bahwa MS Aceh telah siap teleconference.

“Apa kabar teman-teman di MS Aceh,” sapa Dirjen Badilag H. Aco Nur yang dijawab oleh Wakil Ketua MS Aceh H. Zulkifli Yus, bahwa warga MS Aceh sehat-sehat saja.

Selanjutnya, Wakil Ketua MS Aceh H. Zulkifli Yus melaporkan kepada Dirjen Badilag H. Aco Nur tentang penanganan perkara di MS Aceh, baik yang diterima maupun yang diputus. Dijelaskan lebih lanjut oleh H. Zulkifli Yus, bahwa penyelesaian perkara perceraian telah ditangani dengan baik dan hak-hak mantan istri dipenuhi sebagaimana dalam peraturan yang berlaku. Masih menurut H. Zulkifli Yus, di MS Aceh ada juga perkara perceraian disebabkan oleh kekerasan istri, karena urainya lebih lanjut, perempuan Aceh termasuk tipe perempuan yang keras.

“Di Aceh ada perkara perceraian disebabkan kekerasan istri karena perempuan Aceh keras-keras sifatnya,” kata H. Zulkifli Yus yang membuat peserta tertawa.

Sedangkan untuk anak yang menjadi korban perceraian orang tua, dijelaskan oleh H. Zulkifli Yus bahwa biasanya Majelis Hakim menetapkan hak hadhanah maupun biaya kebutuhan hidup bagi anak itu sendiri.

Sebelum dialog antara Dirjen Badilag dengan MS Aceh maupun pihak Family Court of Australia sendiri, salah seorang pejabat di Family Court of Australia Cate mempresentasikan hasil penelitian tentang angka perceraian di Indonesia akibat perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, Cate juga menyampaikan tentang status anak yang orang tuanya bercerai.

Teleconference yang berlangsung lebih kurang setengah jam tersebut menampilkan gambar dan suara yang baik sehingga sekalipun jarak antara Aceh dan Australia sangat jauh, teleconference berjalan dengan sukses.

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

back to top

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019