msaceh

Berita

Berita (812)

Biro Kepegawaian MA Laksanakan Ujian Dinas di Aceh | (18/9)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Biro Kepegawaian BUA Mahkamah Agung RI melaksanakan ujian dinas tingkat I, tingkat II dan penyesuaian ijazah bagi pegawai empat lingkungan peradilan se Aceh. Kegiatan tersebut dilaksanakan satu hari penuh pada hari Selasa tanggal 17 September 2013 bertempat di hotel Sulthan Banda Aceh. Hadir dalam acara pembukaan Ketua PT/Tipikor Banda Aceh H. Sumantri, SH., MH, Hakim Tinggi MS Aceh Drs. H. Abd. Hamid Pulungan, SH., MH, Panitera/Sekretaris PT/Tipikor Banda Aceh H. Ruslan, SH., MH, Kabag Mutasi II Lilis Setiawati, SH., MH, Kabag Pemberhentian dan Pensiun Rini Sumarningsih, SH., MM dan robongan dari MA yang berjumlah 6 (enam) orang.

Kabag Mutasi II Biro Kepegawaian Lilis Setiawati dalam laporannya  pada waktu acara pembukaan mengatakan bahwa peserta ujian dinas dan penyesuaian ijazah sebanyak 77 orang yang terdiri dari ujian dinas tingkat I 14 orang, ujian dinas tingkat II 56 orang dan ujian penyesuaian ijazah 7 orang. Peserta ujian akan mengerjakan soal-soal ujian yang telah dipersiapkan oleh Panitia Pusat sebanyak 13 materi ujian. Ibu Lilis berharap peserta ujian mampu dan dapat menjawab soal-soal ujian, oleh karena itu ujian dilaksanakan sampai sore hari. “Kami dengan sabar menunggu Bapak Ibu mengerjakan soal-soal ujian sampai sore hari,” kata Ibu Lilis memberikan semangat kepada peserta ujian.

Ibu Lilis menyampaikan bahwa ia dan rombongan sangat senang mendapat tugas ke Aceh karena baru pertama kali ini berkesempatan berkunjung ke Aceh. Kesempatan yang baik ini akan dipergunakan untuk melihat-lihat keindahan kota Banda Aceh seperti pemandangan pantai Ule Lheu, Kapal terapung, museum tsunami dan lain-lain. “Besok pagi sebelum bertolak ke Jakarta akan kami sempatkan melihat keindahan kota Banda Aceh, ternyata Aceh ini aman dan sangat menyenangkan,” ujar Ibu Lilissambil melirik Panitera/Sekretaris PT/Tipikor Banda Aceh H. Ruslan yang duduk di kursi depan.

Sementara itu, Ketua PT/Tipikor Banda Aceh H. Sumantri dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi ujian dinas tersebut mengatakan kenaikan pangkat dan golongan adalah merupakan prestasi dan bukan hadiah. Beliau meminta peserta agar koreksi dan introspeksi diri dalam melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa anggapan selama ini yang mengatakan bodoh dan pintar sama-sama naik pangkat tiap empat tahun harus dihilangkan. “Naik pangkat adalah prestasi bukan pemberian,” tandas orang nomor satu di PT/Tipikor Banda Aceh ini.

H. Sumantri meminta kepada peserta ujian agar mengerjakan soal-soal dengan tekun dan baik seraya berdoa semoga ujian dapat dijawab dengan sempurna. Beliau berpesan agar mengutamakan percaya diri masing-masing dan berusaha dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan. “Kerjakan soal-soal ujian dengan tekun semoga dapat menjawabnya dan peserta ujian lulus semua,” kata H. Sumantri yang dijawab peserta dengan mengucapkan “amin” tanpa dikomando.

Acara pembukan ujian dinas diakhiri dengan pembacaan doa yang dipandu oleh Ustadz Mahdi Hamzah, SH, panitera pengganti MS Banda Aceh. Selamat melaksanakan ujian semoga berhasil dan lulus semuanya, amin.

(AHP)

Read more...

Comment

Bintek Kompetensi Wakil Ketua PA | (17/05)

Bandung | badilag.net (17/05)

Mulai sekarang Wakil Ketua PA jangan hanya menjadi awak dan sikil aja, tapi dia harus menjembatani antara ketua, atasan dan bawahan, jangan hanya bagaimana kata pimpinan saja. Oleh karena itu, sepulangnya  dari kegiatan Bintek ini, Dirjen tidak mau mendengar tidak ada perubahan di tempat kerja masing-masing.

“Paling tidak ada kontrak politik, apa yang akan dikembangankan disana, misalnya yang sederhana saja yaitu pengembangan teknologi informasi yang lebih mudah,” tegasnya.

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana menyampaikan hal tersebut ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis Kompetensi Wakil Ketua Peradilan Tingkat Pertama di “The International Imperium Hotel” Bandung, Senin malam (16/05). Dirjen mengistilahkan Wakil dalam bahasa jawa dengan sebutan “Awak dan Sikil” yang artinya badan dan kaki saja, sedangkan kepala dan otaknya ada di Ketua PA.

“Jangan hanya menjadi awak dan sikil aja, keatas harus koordinasi dengan pimpinan, kebawah juga harus selalu memperhatikan karena wakil ketua diberikan kewenangan untuk mengawasi,” tandasnya.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Ditjen Badilag belum lama ini telah mengeluarkan SK Dirjen Badilag yang isinya adalah tentang monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan peradilan agama.

Selain itu, dalam setiap kesempatan ke daerah atau setiap pertemuan, Dirjen Badilag selalu melakukan pengawasan untuk melihat perkembangan yang telah dicapai oleh PA-PA di daerah.

Langkah Dirjen untuk mengembangkan SDM aparat peradilan agama bukan sekedar ucapan saja, hal itu terbukti, pada saat itu juga Dirjen Badilag langsung menginstruksikan kepada Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo untuk membuatkan surat kepada Ketua PA.

“Sepulang dari sini akan saya surati ke Ketua PA yang isinya mengembalikan peserta Bintek kepada Ketua PA dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan apa yang telah dihasilkan dari sini,” tegasnya. Percuma saja, it’s non sent kalau sepulang dari sini tidak ada hasil apa-apa, tegas Dirjen.

Dirjen berpesan kepada para pimpinan pengadilan agama agar memperhatikan penyelesaian perkara di Satkernya masing-masing. Dirjen bernjanji akan bersikap terbuka dalam melakukan kegiatan pengembangan kepada tenaga teknis peradilan agama, hal itu dilakukan semata-mata agar reformasi birokrasi di MA khususnya di Peradilan Agama dapat berjalan dengan baik.

“Kita harus quick in touch, karena peradilan agama sudah go international,” ungkapnya. Walaupun Mahkamah Agung RI tidak terdaftar dalam International Framework for Court Excellence yang disusun oleh konsorsium ahli administrasi peradilan se-dunia, akan tetapi MA dan peradilan dibawahnya termasuk pengadilan yang turut aktif di kancah internasional.

International Framework ini dijadikan dasar penyusunan Blue Print, dimana ada tujuh point yang harus diperhatikan, salahsatunya adalah management and leadership, tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah angkatan yang ketiga. Para peserta terdiri dari 29 orang perwakilan Wakil Ketua PA dari 29 PTA seluruh Indonesia.

Nanti mereka akan menerima materi dari para Narasumber yang terdiri dari MA dan PTA Jakarta yang memiliki sertifikat pemandu tingkat nasional, jelasnya.

Selama empat hari ini (senin s.d kamis), para peserta akan mendapatkan materi yang berkaitan dengan kompetensi para wakil ketua dengan metedologi tanya jawab, ceramah dan praktek bedah berkas.

Ketua PTA Bandung, Zainal Imamah dalam paparannya banyak sekali menyinggung tentang temuan-temuan di PA yang harus segera diperbaiki misalnya sampai saat ini masih sering adanya pengaduan dari masyarakat misalnya tidak ada keterbukaan dan transparansi terutama masalah biaya perkara, masih adanya hakim yang belum mengetahui secara menyeluruh mengenai gugatan lisan dan pasal di dalam Undang-Undang yang mengatur tentang hal tersebut.

Oleh karena itu, Zainal Imamah berpesan agar Hakim rajin membaca hukum acara perdata, KHI, dan buku-buku lainnya yang berhubungan dengan hukum acara perdata, harus rajin membeli buku kalau perlu setiap bulan. ws

Read more...

Comment

Bintal pada MS Aceh : Hidup harus seimbang antara duniawi dan ukhrawi | (07/5)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Sebagaimana biasanya, pada setiap hari Jum’at ba’da shalat Ashar dilaksanakan ceramah agama yang bertempat di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh. Kegiatan ceramah tersebut dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi,  pejabat struktural dan fungsional serta pegawai lainnya.

Yang tampil sebagai penceramah pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2013 adalah Ustadz Muhibuthibri, S. Ag, pegawai Dinas Syari’at Islam Aceh. Dalam ceramahnya, Ustadz kita ini menyampaikan tentang keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.  Ustadz menjelaskan bahwa untuk mencapi kehidupan hasanah di dunia dan hasanah di akhirat,  maka seseorang harus melakukan keseimbangan antara bekerja untuk dunia dan beramal untuk akhirat.

“Kita bekerja untuk kehidupan di dunia, tetapi kita juga harus beramal untuk kehidupan dia akhirat,” kata Ustadz mengingatkan.

Dalam uraiannya, Ustadz mengatakan bahwa dalam mengharungi kehidupan di dunia ini terdapat 3 (tiga) type manusia, yaitu :

Pertama, manusia yang hanya mementingkan kehidupan dunia tanpa menghiraukan kehidupan akhirat. Manusia yang seperti ini adalah orang yang berusaha tanpa mengenal lelah untuk mencapai kebahagian di dunia dengan cara mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.

Dalam usahanya, tidak memperhitungkan halal atau haram atau dengan kata lain, jangankan yang halal, yang harampun susah.

“Orang yang hidupnya hanya untuk dunia adalah kesenangan sementara,” tandas Ustadz menjelaskan.

Kedua, manusia yang hanya mementingkan akhirat semata. Orang yang seperti ini hanya beribadah saja tanpa memikirkan kehidupan dunia. Menurut Ustadz, dunia dan segala isinya diciptakan Allah untuk mazra’ah (bercocok tanam) guna kesenangan akhirat. Oleh karena itu, sangat keliru apabila orang hanya beribadah saja tanpa disertai dengan usaha untuk mencapai kesenangan dunia.

“Dunia ini adalah amanah kepada kita untuk menjaga dan memeliharanya dengan baik agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan kita dan generasi yang akan datang,” imbuh Ustadz.

Ketiga, manusia yang berkarya untuk dunia dan beramal untuk akhirat. Salah satu konsep dalam menggapai dunia dan akhirat adalah, berkaryalah untuk dunia seolah-olah kamu hidup selama-lamanya dan beramallah unuk akhirat seakan-akan kematianmu esok hari.  

Ustadz mengutip al-Qur’an surat al-Qashas ayat 77 yang artinya, Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

“Kita beramal sebanyak-banyaknya agar ada bekal di akhirat, tetapi kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dengan cara yang halal untuk mencapai kesenangan dunia,” kata Ustadz memberi nasehat kepada jamaah seraya menutup tausiyahnya.     

(AHP){jcomments on}

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019