logo mahkamah agung website ramah difable
Selamat Datang

Selamat Datang Selamat Datang di Website Resmi Mahkamah Syar'iyah Aceh. Website ini merupakan website pengadilan yang sudah memenenuhi standar SK KMA 1-144/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan. Mahkamah Syar'iyah Aceh berusaha untuk melaksanakan surat keputusan tersebut dengan mewujudkan sarana dan prasarana informasi yang interaktif dan dinamis agar pencari keadilan khususnya di daerah wilayah hukum Mahkamah Syar'iyah Aceh dapat atau bisa memanfaatkannya.

Lebih lanjut
Visi Misi Mahkamah Syar'iyah Aceh

VISI

"TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN YANG AGUNG"

MISI MAHKAMAH SYAR'IYAH ACEH

  1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan.
Lebih lanjut
Cara Mudah Telusur Perkara Untuk Melihat Proses Penyelesaian Perkara Anda Kunjungi Website SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) Mahkamah Syar'iyah Kabupaten/Kota Se Aceh. Lebih lanjut
Laporkan Pengaduan !!! Bagi Anda yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Syar'iyah Aceh atau mahkamah Syar'iyah di bawahnya. siwas.mahkamahagung.go.id Lebih lanjut
Hubungi Kami Hubungi kami untuk mendapatkan informasi yang lebih detil, dan jika ada pengaduan silahkan disampaikan melalui form pengaduan yang disediakan di meja pengaduan dan atau melalui website kami ini. Lebih lanjut
Bebas Biaya Perkara Bagi Masyarakat Tidak Mampu Digantinya SEMA 10/2010 dengan Perma 1/2014 membawa perubahan yang cukup signifikan dalam sejumlah hal. Misalnya dalam hal mekanisme pemberian layanan pembebasan biaya perkara atau bisa disebut dengan perkara prodeo. Lebih lanjut
Video Profil Mahkamah Syar'iyah Aceh Mahkamah Syar’iyah adalah Lembaga Peradilan Syari’at Islam di Nanggroe Aceh Darussalam sebagai Pengembangan dari Peradilan Agama yang diresmikan pada tanggal 1 Muharram 1424 H/ 4 Maret 2003 M sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001, Kepres Nomor 11 Tahun 2003 dan Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10 Tahun 2002. Lihat Video
Berita

Berita (731)

597 Hakim Peradilan Agama Mendapat Mutasi/Promosi Tahap I | (23/08)

Jakarta|Badilag.net

Sebanyak 597 hakim di lingkungan peradilan agama mendapatkan mutasi/promosi jabatan tahap I tahun 2011. Kepastian ini tertuang dalam lampiran surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 2688/DJA.2/KP.04.6/VIII/2011 tanggal 23 Agustus 2011 perihal Hasil Rapat TPM Mahkamah Agung RI. (silahkan klik disini).

Kabar gembira ini sekaligus menjadi momentum luar biasa bagi hakim di lingkungan peradilan agama karena sebelumnya hasil mutasi/promosi tidak diumumkan secara terbuka kepada publik.

Ke-597 hakim itu dimutasi atau dipromosikan untuk menduduki posisi Ketua, Wakil Ketua, maupun hakim di Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah dan Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar'iyah Aceh. Selain itu, ditetapkan pula nama-nama hakim yang akan mengisi jabatan Ketua, Wakil Ketua, dan hakim di 16 Pengadilan Agama yang baru dibentuk berdasarkan Kepres Nomor 3 Tahun 2011.

Dalam surat Dirjen tersebut, ada tiga poin penting yang harus diperhatikan oleh hakim yang mendapatkan mutasi/promosi. Yang pertama adalah dalam rangka pengakuratan data, mereka yang mendapatkan mutasi/promosi agar mengoreksi keakuratan data kepegawaian masing-masing (nama, NIP, pangkat terakhir, gelar akademik) dengan cara memperbaiki datanya melalui simpeg online dengan alamat: http://simpeg.badilag.net/simkep.

Yang kedua, untuk kelancaran pembayaran biaya pindah, Dirjen meminta kepada mereka yang tercantum namanya agar segera mengirimkan berkas untuk bahan pengurusan biaya pindah, yaitu Surat Keterangan untuk mendapatkan tunjangan keluarga (KP-4); Foto kopi nomor rekening (BNI atau BRI) yang dilampiri dengan surat pernyataan bahwa nomor rekening tersebut masih aktif dan benar-benar milik pribadi.

Yang ketiga, bagi hakim yang mutasi kenaikan pangkat per 1 Oktober 2011, pelantikannya agar dilakukan setelah menerima atau dicairkannya gaji baru di tempat lama sesuai dengan SK kenaikan pangkat dimaksud.

Ditemui redaksi badilag.net di ruang kerjanya, Kasubdit Mutasi Hakim Sunarto mengatakan bahwa Hasil TPM ini merupakan tahap pertama dan nanti akan ada TPM tahap kedua. Oleh karena itu, dia meminta agar hakim yang namanya tidak tercantum dalam TPM tahap pertama ini  untuk tidak usah berkecil hati.

“Insya Allah nanti TPM tahap kedua akan dilakukan sekitar bulan Oktober tahun ini," ujar Sunarto.

Sunarto juga memberikan ucapan selamat kepada mereka yang mendapatkan mutasi/promosi. “Selamat untuk mereka namanya tercantum. Saya berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya di satker yang baru," ungkapnya.

(wahyu setiawan)

48 Orang Calon Peserta Diklat Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi Jalani Tes Wawancara | (25/09)

Jakarta | badilag.net (25/09)

Sebanyak 48 orang Hakim Peradilan Agama calon peserta diklat ekonomi syari'ah di Universitas Ibnu Sa'ud  Arab Saudi menjalani tes wawancara yang diselenggarakan di dua tempat yaitu Ditjen Badilag dan PTA Surabaya. Mereka diuji langsung oleh DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani, Direktur Ma’had Ali Li Qodho’, Universitas Muhammad Ibnu Saud.

Sebelumnya pada hari Kamis dan Jum'at, tanggal 23 dan 24 September, sebanyak 34 peserta telah menjalani tes di Ditjen Badilag, sedangkan sisanya menjalani tes di PTA Surabaya pada hari Sabtu tanggal 25 September. (klik disini untuk melihat link beritanya)

Teknis pelaksanaan wawancara adalah para peserta dipanggil satu persatu untuk masuk ke ruang tes, dimana disana telah menunggu DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani sebagai penguji didampingi oleh seorang staf khusus Dirjen, Nasich Salam.

Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 5-10 menit, mereka ditanya seputar pemahamannya tentang perkembangan hukum Islam menggunakan bahasa bahasa Arab.

Banyak dari mereka setelah dilakukan tes merasa gembira, hal itu bisa dilihat dari raut mukanya. Namun ada juga diantara mereka yang merasa kwatir. "Bagaimana hasilnya tadi, mumtaz?" tanya salah seorang peserta kepada rekannya yang telah selesai diwawancara.

Menurut staf khusus Dirjen Badilag yang merupakan tim penguji, Nasich Salam mengatakan bahwa sebelumnya ada 50 para calon peserta yang akan menjalani tes wawancara, namun dua diantaranya menyatakan mengundurkan diri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nantinya dari 48 orang ini, akan dipilih sebanyak 40 orang untuk mengikuti diklat di Universitas Muhammad Ibnu Saud.

Perlu diketahui, bahwa pelatihan ini adalah bentuk kerjasama antara Mahkamah Agung Republik Indonesia khususnya Ditjen Badilag dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi, dimana pada akhir tahun 2008 yang lalu Ditjen Badilag telah memberangkatkan sebanyak 40 orang hakim peradilan agama untuk mengikuti pelatihan yang sama disana.

Teknis Keberangkatan Peserta

Masih menurut Nasich, bahwa Ditjen Badilag disini adalah hanya memfasilitasi penyelenggaraan tes saja, karena hasilnya adalah merupakan hak sepenuhnya dari Universitas Ibnu Saud.

Sebelumnya, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Universitas Ibnu Saud telah mengutus wakilnya ke Indonesia untuk menanyakan tentang kesiapan para peserta dari Indonesia yang akan mengikuti pelatihan kesana. Setelah itu, untuk yang kedua kalinya, mereka mengutus perwakilannya untuk datang ke Indonesia untuk melakukan tes wawancara.

"Insya Allah apabila hasil tes itu sudah selesai, kita akan segera umumkan di website Ditjen Badilag," ungkapnya.

Mengenai kapan para peserta ini akan diberangkatkan ke Arab Saudi, Nasich belum bisa memastikan kapan waktunya. Hal itu disebabkan karena setelah hasil tes wawancara ini akan diserahkan di Universitas Ibnu Saud untuk diolah, selanjutnya disana mereka akan berkoordinasi dulu dengan instansi terkait lainnya untuk pemrosesan visa dan lain sebagainya.

Pelatihan ini merupakan sesuatu yang sangat diimpikan oleh semua hakim di lingkungan peradilan agama. Mengapa?

Karena selain melakukan pelatihan tentang perkembangan hukum Islam di Arab Saudi, mereka juga sekaligus akan melakukan ibadah haji yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi.

Istimewanya lagi kunjungan para hakim peradilan agama ini dijadikan sebagai tamu kerajaan, yang artinya segala fasilitas sudah tentu lebih dibanding kunjungan biasa termasuk dalam hal ibadah haji.

Nasich menggambarkan, apabila para peserta ini berangkat pada awal Oktober, mereka akan mengikuti pelatihan sekitar satu bulan kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji. Namun apabila berangkatnya pada akhir Oktober, mereka akan melakukan ibadah haji terlebih dahulu kemudian baru mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Badilag, Farid Ismail berpesan kepada para calon peserta ini agar menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. "Jaga kesehatan masing-masing, bagi yang merokok tolong mulai sekarang kalau bisa distop dulu,' pesannya kepada para peserta.

"Apabila bapak-bapak ini mendadak dipanggil ke Jakarta juga harus sudah siap," tegasnya.

(ws)

450 Orang Peserta Ujian CPNS Mahkamah Agung Tes Komputer di MS Aceh | (8/10)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Sesuai dengan surat Sekretaris Mahkamah Agung RI No. 4051/SEK/KU.01/10/2013 tanggal  2 Oktober 2013 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS di Lingkungan MA Tahun Anggaran 2013 bahwa pelamar yang mendaftar dan memilih tempat ujian pada MS Aceh yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan dapat mengikuti ujian tes komputer sebanyak 450 orang. Ujian tes komputer akan dilaksanakan hari Selasa s.d. Jum’at tanggal 8 s.d. 11 Oktober 2013 di MS Aceh. Pada waktu yang bersamaan diadakan juga ujian di PT Banda Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 260 orang. Mereka akan memperebutkan formasi penerimaan CPNS sebanyak 24 orang untuk MS dan PT.

Peserta ujian tes komputer wajib membawa KTP, bukti pendaftaran online dan pas foto 4 x 6 dengan background warna merah sebanyak 2 lembar. Peserta pria memakai kemeja dan celana panjang sedangkan untuk wanita memakai blus dan rok panjang serta memakai sepatu. Peserta yang dinyatakan lulus ujian tes komputer akan langsung diberikan Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) untuk mengikuti ujian tertulis Tes Kompetensi Dasar (TKP) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang akan dilaksanakan tanggal 3 November 2013. 

Menurut keterangan Ketua Tim dari MA Rudy Rahman Fransiwa, S. Kom bahwa ujian tes kumputer akan diikuti 130 peserta setiap hari. Ujian tersebut meliputi kemampuan menggunakan komputer atau laptop secara baik dan dapat mengetik sebagai modal dalam pelaksanaan tugas. Hal ini disebabkan karena peserta ujian adalah calon tenaga administrasi yang harus mampu menggunakan laptop dengan baik  “Peserta harus mampu menggunakan laptop karena CPNS ini adalah tenaga administrasi,” kata Rudy menjelaskan. Dijelaskannya lebih lanjut bahwa ujian tes komputer ini dilaksanakan di 13 pengadilan tingkat banding seluruh Indonesia dan waktu bersamaan.

Hakim Tinggi Abd. Hamid Pulungan (AHP) dalam kata sambutannya pada waktu membuka secara resmi ujian tersebut mengatakan bahwa ujian tes komputer adalah syarat mutlak bagi calon tenaga administrasi, oleh sebab itu hanya yang mampu menggunakan komputer yang akan dinyatakan lulus dalam ujian. AHP meminta peserta supaya tenang menghadapi ujian dan berdo’a kepada Allah Swt supaya lulus dalam ujian tersebut. “Kerjakan semua perintah penguji dengan baik dan berdo’a kepada Allah semoga semuanya lulus,” ujar AHP yang diamini peserta ujian.

Menurut pantauan, ujian tes komputer berjalan dengan baik. Penguji yang terdiri dari Tim Pusat maupun staf Subbag Kepegawaian MS Aceh serius dan dan sungguh-sungguh menguji setiap peserta. Dalam satu gelombang sebanyak 20 orang dan telah siap laptop di meja yang disediakan panitia. Masing-masing peserta waktu ujian selama 5 menit. Pada umumnya peserta telah dapat menggunakan komputer hanya saja karena sedang menghadapi ujian, ada juga peserta yang gemetar memegang laptop. “Biasa, karena ujian,” ujar Rudy Rahman mengomentari pelaksanaan ujian komputer tersebut.

Kita berharap peserta dapat melaksanakan ujian dengan tertib dan lancar dan semuanya lulus. Dan bagi peserta yang lulus akan diberikan Kartu Tanda Peserta Ujian untuk ikut ujian tertulis tanggal 3 Nopember 2013. Menurut penjelasan salah seorang anggota Tim Pusat Sudarna bahwa pada ujian tertulis yang akan datang akan diikuti juga pegawai honorer kategori II yang berjumlah 33 orang. Tenaga honorer ini tidak ikut ujian tes komputer tetapi langsung ikut ujian tertulis.

Selamat menempuh ujian semoga lulus dan bergabung dengan Mahkamah Agung.

(AHP)

Halaman 145 dari 147

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

Typography Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), selanjutnya disebut sebagai SIPP, menjadi semakin penting dan diandalkan untuk proses administrasi dan penyediaan informasi baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi Pencarian cepat data Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 

LPSE

TypographyLayanan Pengadaan Secara Elektronik Mahkamah Agung RI.

Kunjungi

E-LEARNING

TypographyE-Learning Mahkamah Agung RI

Kunjungi


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas