msaceh

Berita

Berita (923)

41 Orang Hakim dan Pegawai MS se Aceh Naik Pangkat Periode April 2013 | (30/9)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Kenaikan pangkat adalah dambaan semua hakim dan pegawai karena dengan kenaikan pangkat akan ada nilai tambah seperti kenaikan gaji pokok, kenaikan tunjangan dan lain-lain. Oleh sebab itu diharapkan kenaikan pangkat tidak terlambat dan lebih baik lagi apabila mendapatkan kenaikan pangkat pilihan. Kasubbag Kepegawaian MS Aceh H. Ansharullah, SH., MH mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha agar kenaikan pangkat Hakim dan pegawai tepat waktu, baik kenaikan pangkat reguler, pilihan maupun penyesuaian Ijazah.

“Kami berusaha agar kenaikan pangkat berhasil tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar H. Ansharullah yang baru saja menunaikan ibadah haji tahun yang lalu.

Usul kenaikan pangkat Hakim dan pegawai periode April 2013 sebanyak  62 orang dengan rincian golongan II 6 orang, golongan III 33 orang dan golongan IV 23 orang.  Masih terdapat 21 berkas lagi yang masih dalam proses. “Usul naik pangkat dari IV/b ke IV/c dan penyesuaian Ijazah  yang belum berhasil dan khusus kenaikan pangkat ke IV/c memerlukan persetujuan Presiden, oleh karena itu terlambat turunnya,” kata H. Ansharullah menjelaskan.

“Bagi mereka yang telah menerima SK kenaikan pangkat diharapkan lebih meningkatkan kinerja karena kenaikan pangkat adalah prestasi yang ditunjukkan selama ini,” kata Ketua MS Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH., MH ketika diminta tanggapannya tentang kenaikan pangkat tersebut. Dalam penjelasannya lebih lanjut, beliau sebagai pimpinan selalu meminta kepada bagian kepegawaian agar memproses kenaikan pangkat dengan cermat dan teliti sehingga diharapkan tidak ada yang kekurangan persyaratan yang dapat mengakibatkan tertundanya kenaikan pangkat. “Alhamdulillah, usul kenaikan pangkat selama ini selalu berhasil,” ujar Ketua memuji kinerja bagian kepegawian.

Salah seorang pegawai yang mendapat kenaikan pangkat penyesuaian Ijazah dari golongan III/d ke IV/a Abd. Latif, SH., MH menyatakan merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada kepegawaian MS Aceh yang telah memproses kenaikan pangkatnya dan berhasil. “Saya sangat bersyukur sudah naik pangkat ke IV/a,” ungkapnya dengan senyum. Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa ia telah 8 tahun dalam pangkat III/d dan tidak bisa naik pangkat berhubung  pangkat maksimal telah tercapai dalam jabatannya sebagai panitera pengganti MS Aceh dan pendidikan yang dimilikinya adalah S.1. “Syukurlah, saya selesai pendidikan S.2 di Unsyiah tahun 2012 lalu diusulkan naik pangkat ke IV/a periode April 2013 dan berhasil,” tandas Abd. Latif yang dapat menyelesaikan pendidikan S.2 dalam waktu 1 tahun 9 bulan.

Kasubbag Kepegawaian H. Ansharullah meminta kesabaran Hakim dan pegawai yang belum turun kenaikan pangkatnya. Menurutnya, terkadang ada keterlambatan kenaikan pangkat tetapi TMTnya tetap periode April 2013 sebagaimana nota usul.  “Bagi yang belum menerima SK kenaikan pangkat harap bersabar, Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi akan turun SKnya,” pinta H. Ansharullah.

(AHP)

Read more...

Comment

4 (empat) orang Hakim Agung memberikan materi di bimtek MS se Aceh| (13/03)

Banda Aceh | www.ms-aceh.go.id

Keluarga besar Mahkamah Syar’iyah se Aceh patut merasa bersyukur dan gembira serta bangga atas kehadiran 4 (empat) orang Hakim Agung yang semuanya adalah profesor pada kegiatan bimbingan teknis bagi hakim dan  pejabat kepaniteraan di Mahkamah Syar’iyah Aceh. Betapa tidak, kehadiran mereka secara bersamaan pada kegiatan di pengadilan tingkat banding jarang terjadi, lebih-lebih lagi Hakim Agung yang datang ini hanya Prof. DR. H. Abdul Manan, SH. S.IP. M. Hum  yang berasal dari agama, sedangkan Hakim Agung yang lainnya yaitu Prof. DR. Mieke Komar, SH. M.CL, Prof. DR. Komariah E. Sapardjaja, SH dan  Prof. Rehngena Purba, SH. MS berasal dari umum. Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan bimbingan teknis tersebut dilaksanakan di hotel The Pade Banda Aceh yang berlangsung dari tanggal 11 sampai dengan 13 Maret 2012., dan pembukaannya dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2012 pukul 20.15 Wib yang dilakukan oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH. MH.

Pada esok harinya Senin tanggal 12 Maret 2012 tampil memberikan materi Yang Mulia Hakim Agung. Prof. Abdul Manan, demikian beliau sering disapa oleh kalangan warga Mahkamah Agung dan khususnya warga peradilan agama, mulai memberikan materi sejak pukul 08.00 Wib dan berakhir pukul 17.30 Wib. Istirahat hanya minum teh dan makan siang serta sholat. Waktu efektif beliau menyampaikan materi lebih kurang 7 jam dan 30 menit. Luar biasa, itulah barang kali ucapan yang cocok dan pas untuk dikatakan kepada Prof. DR. H. Abdul Manan, SH. S.IP. M. Hum tentang kekuatan fisik dan semangat beliau menyampaikan materi kepada peserta bimbingan teknis. Tanpa mengenal lelah, dengan santai beliau memberikan materi dengan topik Masalah-Masalah Hukum Acara Perdata. Terkadang disertai dengan guyon dan humor yang membuat peserta tersenyum simpul dan tertawa.

Sebagai pemanasan dan sekaligus pendahuluan, Prof. DR. H. Abdul Manan, SH. S.IP. M. Hum menyampaikan agar hakim peradilan agama harus tampil rapi dan meyakinkan, usahakan berpakaian yang necis dan bersih serta berpenampilan menarik dan simpatik, ujar beliau. Lalu, dimulailah penyampaian materi yang diawali tentang surat gugat. Berbagai hal beliau jelaskan tentang  surat gugat, seperti mengenai identitas para pihak, posita harus lengkap dengan fakta kejadian dan fakta hukum, permohonan sita, petitum dan lain sebagainya. Proses persidangan beliau uraikan secara lengkap sampai dengan konstruksi putusan yang terurai pada makalah beliau setebal 48 halaman.

Salah seorang peserta yang bernama Drs. Indra Suhardi, M. Ag  Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Sabang menyampaikan kepada Redaktur IT, bahwa uraian dan penjelasan Prof. DR. H. Abdul Manan, SH. S.IP. M. Hum sangat menyenangkan dan kita selalu ingin mengetahui lagi gerangan apa yang akan disampaikan beliau, sehingga tidak terasa waktu berlalu berjam-jam lamanya, jelas Indra Suhardi. Dikatakannya lagi, warga peradilan agama sangat beruntung memiliki Hakim Agung sekaliber Prof. Abdul Manan dan beliau selalu berusaha agar hakim memiliki ilmu yang luas serta terampil dalam memeriksa perkara, semoga beliau sehat selalu dan panjang umur, harap Indra yang diamini oleh Redaktur IT. 

Di ujung penyanpaiannya,  Prof. DR. H. Abdul Manan, SH. S.IP. M. Hum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan peserta maupun beberapa temuan hakim tinggi dalam pemeriksaan berkas perkara banding.  Peserta nampak merasa puas dan berharap Prof. Abdul Manan yang telah banyak mengarang buku setentang hukum ini pada suatu saat nantinya kembali lagi ke Aceh  untuk memberikan pelatihan kepada hakim dan pejabat kepaniteraan Mahkamah Syar’iyah se Aceh.

Sementara itu, pada waktu yang bersamaan dengan bertempat di ruangan lain berlangsung pelatihan kepada admin SIADPA yang berasal dari Mahkamah Syar’iyah se Aceh sebanyak 20 (dua puluh) orang. Dan yang bertindak sebagai pemandu adalah Thohir, SH dan Dika Andrian, S. Kom dari Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Diharapkan, dengan adanya pelatihan tersebut SIADPA di seluruh Mahkamah Syar’iyah se Aceh dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prioritas program Badilag.

Pada malam harinya yang akan menyampaikan materi adalah Prof. DR. Komariah Emong Sapardjaja , SH. dengan topik Qanun Aceh dan Prof. Rehngena Purba, SH. MS dengan topik Mediasi. Sedangkan Prof. DR. Mieke Komar, SH. M.CL, akan tampil menyampaikan materi pada hari Selasa tanggal 13 Maret 2012 dengan topik International Commercial Contracts. Tim liputan IT akan melaporkan penyampaian ketiga Hakim Agung tersebut kepada pengunjung website yang kita cintai ini pada edisi berikutnya.

[ H. Abd. Hamid Pulungan ]

 

Read more...

Comment

3 Warga Dicambuk di Jantho

Terdakwa meringis menahan sakit saat menjalani hukuman cambuk di depan masjid Jantho, Aceh Besar, Jumat (25/6). Petugas Wilayatul Hisbah menangkap empat warga bermain judi kartu joker di acara pesta perkawinan.

JANTHO | ACEHKITA.COM — Tiga dari 21 warga Desa Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, dicambuk di depan publik usai salat Jumat di pekarangan Masjid Agung Al Munawwarah Jantho, Jumat (25/6). Mereka dicambuk karena kedapatan bermain kartu joker. Masing-masing terhukum dicambuk tujuh kali dengan rotan.

Jaksa Penuntut Umum Bendry Almy, SH, kepada acehkita.com, mengatakan tiga warga Montasik ini dihukum cambuk karena bermain judi di Desa Dayah Daboh pada Kamis (27/5) dinihari. Mereka ditangkap polisi saat berjudi di sebuah hajatan pesta perkawinan.

“Polisi menangkap 21 orang. Namun saat persidangan, penyidik hanya bisa menghadirkan 4 orang warga saja,” kata Bendry sesaat sebelum eksekusi cambuk dilakukan.

Menurut dia, dari empat orang yang diajukan ke persidangan di Mahkamah Syar'iyah Jantho, satu orang dinyatakan tidak bisa dicambuk dengan alasan sakit.

“Beliau mengalami sakit di lambung. Ada bekas operasi karena limpanya sakit. Jadi dokter merekomendasikan agar hukuman cambuk ditunda sampai kondisi kesehatannya memungkinkan,” lanjut Bendry.

Tiga warga yang dicambuk yaitu Mukhtar Rahmadi (29 tahun), Suherman (32), dan Hasbi bin Acek (45). Sedangkan Muhammad Yasin (41) tidak bisa dicambuk karena alasan kesehatan.

Dari keempat terhukum polisi menyita barang bukti berupa kartu joker dan uang tunai hasil taruhan senilai Rp 2.816.000.

Sementara 17 orang lain yang juga ditangkap berjudi, hingga kini belum bisa dihadirkan ke persidangan. “Setelah kita tangkap dan meminta keterangan, mereka kita lepaskan lagi,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Besar Ajun Komisaris Polisi Agung Prasetyo.

Dua pekan lalu, polisi menghadirkan para tersangka ke Kejaksaan, namun karena jadwal sidang di Mahkamah Syar'iyah padat, mereka tidak kunjung disidang. “Nah, pas sidang kemarin, mereka tidak bisa lagi dihadirkan ke persidangan,” kata dia.
Sumber :www.acehkita.com
Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019