msaceh

Berita

Berita (936)

AUDIENSI DINAS SATPOL PAMONG PRAJA (PP) DAN WILAYATUL HISBAH (WH)

Banda Aceh [10/02]

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, pasal 244 ayat (1) bahwa Gubernur/Bupati/Walikota dalam menegakkan Qanun Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dapat membentuk Satuan Polisi Pamong Praja, ayat (2) Gubernur/Bupati/Walikota dalam menegakkan Syari’at, Pelaksanaan Syari’at Islam dapat membentuk Unit Polisi Wilayatul Hisbah (WH) sebagai bagian dari Satuan Polisi Pamong Praja.

Sehubungan dengan itu Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh mengadakan audiensi bersama Pimpinan dan Hakim Tinggi Mahkamah Syar’iyah Aceh pada hari Kamis [10/02] di ruang rapat pimpinan gedung Mahkamah Syar’iyah Aceh. Audiensi tersebut dihadiri oleh Pimpinan, Hakim Tinggi dan Pejabat Fungsional Mahkamah Syar’iyah Aceh serta pejabat-pejabat dari Dinas Satpol PP & WH Aceh.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs. H. Idris Mahmudy, SH, MH menyambut baik atas kunjungan serta audiensi Dinas Satpon PP & WH Aceh. Dalam audiensi tersebut Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs. H. Armia Ibrahim, SH  mempresentasikan tentang Mahkamah Syar’iyah dan perkara-perkara jinayat yang telah ditangani oleh Mahkamah Syar’iyah se Provinsi Aceh dari tahun 2005 hingga 2010, sementara Kepala Dinas Satpol PP dan WH Aceh Drs. H. Marzuki A.MM  mengekpose sekilas tentang Satpol Pamaong Praja dan Wilayatul Hisbah  serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas. [by IT-msAceh]

Read more...

Comment

Aturan Baru tentang Publikasi Putusan

Jakarta l badilag.net

Sebagian besar pengakses badilag.net setuju apabila putusan pengadilan ditampilkan di website. Demikian hasil polling yang digelar sejak 6 Mei 2010 di situs ini.

Hingga Selasa (25/1/2011), polling tersebut diikuti 1499 responden. Sebanyak 1206 pembaca atau 82 persen setuju publikasi putusan di website dan hanya 263 orang atau 18 persen yang menyatakan tidak setuju.

Dengan asumsi mayoritas pembaca badilag.net adalah warga peradilan agama, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa sebagian besar warga peradilan agama setuju apabila putusan pengadilan ditampilkan di website.

Hasil polling ini selaras dengan Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035. Mengenai pembaruan Teknologi Informasi di Mahkamah Agung, di Cetak Biru itu disebutkan bahwa salah satu sasaran penerapan TI di MA adalah peningkatan kualitas putusan. Caranya ialah dengan mempublikasikan putusan melalui situs sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas.

Di lingkungan peradilan agama, publikasi putusan lewat internet sesungguhnya bukan hal yang baru. Banyak Pengadilan Agama, baik tingkat pertama maupun tingkat banding, yang sudah melakukannya. Ini terjadi sejak diterbitkannya Surat Keputusan Nomor 144/KMA/SK/VIII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan.

Belum lama ini, Ketua MA Harifin Tumpa memperbarui SK tersebut dengan menerbitkan SK Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan. Dalam hal publikasi putusan, terdapat beberapa perbedaan di antara dua SK tersebut.

Dalam SK 144/2007, putusan termasuk jenis informasi yang harus diumumkan oleh setiap pengadilan. Meski demikian, yang wajib dipublikasikan hanya putusan dan penetapan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Putusan atau penetapan pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding yang belum inkracht tidak wajib dipublikasikan, kecuali untuk perkara-perkara tertentu, yaitu korupsi, terorisme, narkotika/psikotropika, pencucian uang dan perkara lain yang menarik perhatian publik atas perintah ketua pengadilan.

Sementara itu, dalam SK 1-144/2011, putusan termasuk jenis informasi yang wajib tersedia tiap saat dan dapat diakses oleh publik. Seluruh putusan dan penetapan pengadilan, baik yang sudah maupun belum berkekuatan hukum tetap, wajib dipublikasikan. Dalam hal ini, publikasi tersebut dalam bentuk fotokopi atau naskah elektronik, bukan salinan resmi.

Mengenai pengaburan informasi atau anonimisasi, dua SK tersebut juga memuat rambu-rambu yang berbeda.

Baik SK 144/2007 maupun SK 1-144/2011 mengatur adanya pengaburan informasi untuk perkara-perkara tertentu. Diantaranya ialah perkara perkawinan dan perkara lain yang timbul akibat sengketa perkawinan, pengangkatan anak, dan wasiat. Pengaburan informasi juga diberlakukan untuk perkara perdata, perdata agama dan tata usaha negara yang menurut hukum, persidangan dilakukan secara tertutup.

Soal anonimisasi ini, perbedaan antara SK 144/2007 dan SK 1-144/2011 terletak pada informasi apa saja yang harus dikaburkan.

Menurut SK 144/2007, yang harus dikaburkan adalah informasi yang memuat identitas para pihak yang berperkara, saksi dan pihak terkait.

Sementara itu, menurut SK 1-144/2011, yang dikaburkan bukan hanya informasi-informasi tersebut. Nomor perkara pun harus dikaburkan.

(hermansyah)

Read more...

Comment

Asri Damsy : Mari Kita Berdo’a Dan Berzikir | (14/05)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Mahkamah Syar’iyah Aceh banyak mengadakan kegiatan yang menunjang kinerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Misalnya saja, Hakim Tinggi mengadakan kegiatan belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris setiap hari sekitar 30 menit lamanya dan mengadakan bahtsul kutub ba’da shalat Jum’at, selain itu mengadakan diskusi hukum secara berkelanjutan. Ba’da shalat Ashar pada setiap hari Jum’at diadakan bina mental dengan penceramah Hakim Tinggi secara bergiliran dan terkadang dengan mengundang Ustadz dari luar.

Begitulah, pada hari Jum’at tanggal 11 Mei 2012 tampil sebagai penceraman adalah Hakim Tinggi Drs. Asri Damsyi, SH. Ustadz kita ini adalah seorang qari yang sangat merdu suaranya dan setiap azan yang dikumandangkannya akan terasa syahdu.  Ustadz mengawali ceramahnya dengan mengajak jama’ah untuk selalu memanjatkan do’a  yang artinya Ya Allah, berilah saya pertolongan-Mu untuk selalu berzikir kepada-Mu, selalu bersyukur kepada-Mu dan selalu beribadah dengan baik kepada-Mu. “Kita harus selalu berzikir kepada Allah, baik dalam keadaan bagaimanapun, lebih-lebih dalam rangka kita melaksanakan tugas kedinasan sesuai dengan tanggung jawab yang diembankan kepada kita, oleh karena zikir itu akan membuat hati kita tenang dan tenteram” kata Asri Damsy. Ustadz mengutip al-Qur’an surat ar-Ra’du ayat 28 :

Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Ustadz menjelaskan, bahwa orang yang selalu berzikir kepada Allah akan senantiasa tenang dalam setiap aktivitas yang dilakukannya dan pekerjaannyapun akan menghasilkan yang terbaik.

Selanjutnya Ustadz mengatakan bahwa dalam kehidupan manusia telah banyak nikmat yang diberikan Allah Swt. Misalnya saja umur dan kesehatan yang kita nikmati ini yang apabila kita hitung pasti tidak akan dapat menghitungnya. “Allah Swt tidak pernah meminta balasan terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kita, oleh karena itu kita harus mensyukuri nikmat tersebut supaya berkah dan supaya ditambah lagi oleh Allah”, kata Ustadz yang berasal dari Bengkulu ini. Ditambahkannya, bahwa syukur tersebut dapat dalam bentuk perkataan yaitu setiap mendapat nikmat diikuti dengan ucapan Alhamdulillah. Syukur tersebut dapat juga dalam bentuk perbuatan yaitu dengan cara mempergunakan semua nikmat untuk selalu berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. Ustadz mengutip al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 :

Artinya :  Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Dalam ceramahnya selama lebih kurang 25 menit tersebut, Ustadz mengajak jamaah supaya selalu beribadah kepada Allah Swt dengan sebaik-baiknya. Ustadz menyampaikan bahwa ketika shalat dan membaca surah al-Fatihah, maka setiap ayat yang dibaca akan dijawab oleh Allah Swt. “Ketika kita membaca surah al-Fatihah dalam shalat sesungguhnya kita berdialog dengan Allah”, katanya sambil menjelaskan jawaban-jawaban Allah ketika membaca al-Fatihah tersebut. Dijelaskannya lebih lanjut bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dapat dalam bentuk seperti shalat, puasa dan lain sebagainya, dan juga dalam bentuk berbuat baik kepada orang lain. Ustadz mengajak jamaah supaya dalam melaksanakan tugas kedinasan diniatkan sebagai ibadah agar mendapat imbalan pahala dari Allah Swt, sambil menutup ceramahnya.

(H. Abd. Hamid Pulungan)

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019