msaceh

Berita

Berita (936)

Berita Duka

 

INNALILLAHI WA INNA ILAIRAJI’UN

Banda Aceh [16/01]

Keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Aceh turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggal dunia M. JAMIL S.Ag pada hari Minggu [16/01] pukul 09.00 wib di rumah sakit umum Zainal Abidin Banda Aceh dan dikebumikan pada hari itu juga di kampung halamannya yaitu Gampong Menasah Meunjee Glumpang Minyeuk Kabupaten Pidie. Beliau telah mengabdi selama 8 tahun sebagai Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah Aceh  yang sebelumnya Panitera Pengganti pada Pengadilan Agama Sigli. Alm. M. Jamil S.Ag meninggalkan seorang putrid dan 4 orang putra.

Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam mengadapi musibah ini ..

Read more...

Comment

Bedah Berkas Perkara Dan Presentasi Putusan | (19/04)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Bedah berkas perkara.

Memasuki hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis Kompetensi Hakim Peradilan Agama Angkatan III Tahun 2012  di hotel Sultan Banda Aceh diadakan bedah berkas. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan dan untuk mengasah ketajaman analisa peserta dalam memeriksa berkas. Diharapkan dari bedah berkas tersebut, peserta dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan mengemukakan pendapat bagaimana seharusnya pemeriksaan perkara tersebut maupun dalam membuat putusan yang baik dan benar.

Dalam kegiatan bedah berkas tersebut peserta dibagi ke 5 (lima) kelompok. Masing-masing kelompok membedah berkas perkara tentang waris yang telah diperiksa dalam tingkat kasasi yang berasal dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang dengan register Nomor : 604/Pdt.G/2008/PA.Kab. Malang tanggal 25 Agustus 2008. Bedah berkas tersebut dimulai pukul 14.00 wib sampai dengan pukul 23.00 wib yang diselingi dengan ishoma (istirahat, sholat dan makan). Nampak peserta begitu tekun dan bersungguh-sungguh meneliti setiap lembar yang ada dalam berkas perkara, sepertinya tidak ada yang luput dari pemeriksaan peserta.

Salah seorang peserta yang bernama Drs. H. Abd. Razak Bachtiar, SH. MH yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung ketika diwawancarai Redaktur IT mengatakan bahwa bedah berkas tersebut sangat menyita waktu dan kesungguhan karena kita ingin menerapkan apa yang telah disampaikan oleh Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan dalam materi yang beliau paparkan dengan judul Mencari Hakim Pengadilan Agama Yang Ideal. “Kami membedah berkas perkara tersebut sampai pukul 03.00 wib dini hari dengan perbebatan yang cukup alot dengan mengemukakan argumen masing-masing untuk tujuan yang sama, yaitu mencari yang terbaik” kata Hakim Tinggi kita ini yang diiyakan oleh peserta yang lain yang bernama Drs. H. Djamhuri Ramadhan, SH yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

Presentasi Putusan.

Pada esok harinya, sejak pukul 08.00 Wib sampai dengan siang hari diberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil temuannya yang dituangkan dalam putusan pada forum diskusi tentang bedah berkas perkara dengan mengemukakan alasan hukum. Juru bicara kelompok dengan cara dan gayanya masing-masing menyampaikan putusan dalam perkara yang dibedah terutama tentang hukumnya dan amar putusan. Dan, kepada kelompok yang lain diminta untuk memberikan tanggapan atas presentasi tersebut.

Diantara peserta yang memberikan tanggapan adalah peserta yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Lampung yang menyebutkan bahwa istilah panitera pengganti seharusnya digunakan dengan panitera sidang. Hal ini katanya lebih lanjut sesuai dengan hasil Bimtek yang lalu yang diperoleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Lampung. Atas tanggapan tersebut diluruskan oleh Direktur Pembinaan Tenaga Teknis H. Purwosusilo yang menyatakan bahwa yang disampaikan pada Bimtek yang lalu adalah dengan istilah panitera pengganti, dan dibenarkan oleh Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan.   

Penjelasan nara sumber Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan.

Atas apa yang telah disampaikan masing-masing kelompok, baik presentasi maupun tanggapan atas bedah berkas perkara, lalu diberikan penjelasan dan tanggapan oleh Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan. Dalam penjelasannya, H. Abdul Manan mengatakan bahwa dalam memeriksa perkara menggunakan 3 (tiga) teori yaitu (1). Tehnik analitik (yuridis geometris) (2). Tehnik Equatable (Komistis-keadilan deduktif) (3). Tehnik silogisme, metode penerapan induktif. Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa untuk pemeriksaan perkara kebendaan seperti waris, maka teori yang digunakan dalam memeriksa perkara adalah tehnik equatable, yaitu dari yang umum kepada yang khusus. Banyak hal yang dijelaskan oleh Prof. H. Abdul Manan terkait dengan bedah berkas perkara tersebut yang semuanya menjadi bekal bagi peserta dalam pelaksanaan tugas sebagai Hakim Tinggi, yaitu dalam hal memeriksa dan mengadili dan memutus perkara banding maupun dalam melakukan pembinaan kepada pengadilan tingkat pertama dimana pengadilan tingkat banding sebagai kawan depan Mahkamah Agung.  

(H. Abd. Hamid Pulungan)

Read more...

Comment

Baznas Bangka Barat Berkunjung ke MS Aceh | (16/12)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Provinsi Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia adalah daerah otonomi khusus yang memiliki beberapa keistimewaan  terutama dalam pelaksanaan syari’at Islam.  Undang-Undang  Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh pada Bab XVII menyebutkan tentang Syari’at Islam dan Pelaksanaannya. Selanjutnya pada Pasal 125 disebutkan syari’at Islam yang dilaksanakan di Aceh meliputi aqidah, syar’iyah dan akhlak. Dan syari’at Islam tersebut meliputi ibadah, ahwal alsyakhshiyah (hukum keluarga), muamalah (hukum perdata), jinayah (hukum pidana), qadha’ (peradilan), tarbiyah (pendidikan), dakwah, syiar, dan pembelaan Islam. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan syari’at Islam sebagaimana dimaksudkan di atas diatur dengan Qanun Aceh. Pelaksanaan syari’at Islam di Aceh telah banyak menarik perhatian orang, oleh karenapelaksanaan syari’at Islam di Indonesia hanya ada di Aceh yang dijuluki serambi Mekkah.

Pada hari Jum’at tanggal 13 Desember 2013, MS Aceh menerima tamu dari Badan Zakat Nasional (Baznas) Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berjumlah 7 (tujuh) orang yaitu H. Isnani, S.PdI, H. Zumrowi Achyar, S. Ag, H. Sobri Murod, H. Abdurochim, S. Ag, MH, H. Sabaryono, Hasyim Bahrudin dan Harfiyah, S. Ag., M. Si. Kedatangan tamu yang mengurusi zakat ini diterima Ketua MS Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH., MH di ruang rapat pimpinan. Hadir Wakil Ketua Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH., MH, Hakim Tinggi dan Panitera/Sekretaris Drs. H. Syamsikar.

Menurut Ketua Rombongan H. Zumrowi Achyar bahwa maksud kedatangan mereka datang ke Aceh adalah untuk melihat secara langsung tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Hal ini sangat menarik bagi mereka karena ingin menerapkan berbagai hal yang ada di Aceh yang mungkin dapat dilaksanakan di Bangka Barat. Ia menjelaskan bahwa meskipun Bangka Barat tidak menerapkan syariat Islam, tapi ingin mencontoh seperti yang ada di Aceh. “Kami ingin melihat dan mengetahui pelaksanaan syariat Islam di Aceh, semoga saja dapat diterapkan di Bangka Barat,” ujar H. Zumrowi Achyar yang sehari-harinya adalah Kepala Badan Penanaman Modal Kabupaten Bangka Barat.

Ditambahkan oleh salah seorang tamu lainnya H. Isnani, bahwa selama berada di Aceh mereka merasakan betapa indahnya suasan Islami yang menjadi keseharian masyarakat Aceh. Dicontohkannya, ketika mengikuti shalat Jum’at di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, mereka sangat kagum melihat keindahan mesjid tersebut, ditambah lagi toko-toko di sekelilingnya tutup menjelang pelaksanaan shalat Jum’at. “Suasana di Aceh sangat Islami,” kata H. Isnani yang kesehariannya menjabat Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat.

Sementara itu, Ketua MS Aceh H. Idris Mahmudy menjelaskan bahwa Mahkamah Syar’iyah disamping berwenang mengadili perkara-perkara sebagaimana kewenangan yang dimiliki peradilan agama, juga berwenang mengadili perkara jinayat yang diatur melalui Qanun. Kewenangan tersebut sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pada saat sekarang ini kata H. Idris Mahmudy, sedang dibahas Rancangan Qanun Hukum Acara Jinayat dan dalam waktu dekat akan disahkan oleh DPR Aceh. Apabila Hukum Acara Jinayat disahkan, maka penahan terdakwa akan dapat dilaksanakan sehingga persidangan akan berjalan dengan lancar. “Kendala selama ini adalah tidak ada kewenangan menahan terdakwa sehinga terdakwa kabur sebelum sidang,” ujar H. Idris Mahmudy.

Pada sesi terakhir pertemuan, AHP menjelaskan selayang pandang tentang Mahkamah Syar’iyah dan kewenangannya dalam mengadili perkara jinayat melalui layar infocus. Banyak hal yang diuraikan oleh AHP yang membuat tamu terpesona melihatnya, apatah lagi ketika ditayangkan vidio pelaksanaan hukum cambuk sebagai eksekusi putusan Mahkamah Syar’iyah. Acara berakhir bersamaan dengan tibanya waktu shalat Ashar.

(AHP)

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019