berita se aceh 

(0651) 7555976

berita se aceh

berita se aceh (2381)

Acara Pelantikan di MS Meureudu | (09/11)

ACARA PENYUMPAHAN DAN PELANTIKAN WAPAN, PANMUD HUKUM DAN GUGATAN SERTA PELANTIKAN HAKIM MS MEUREUDU

Meureudu | meureudu.ms-aceh.go.id

Tepat hari Kamis jam 10.10 WIB tanggal 8 Nopember 2012 Mahkamah Syar'iyah Meureudu kembali melaksanakan penyumpahan dan pelantikan terhadap pejabat dibidang yudicial dan pelantikan dua orang hakim sebagai wajah baru di Mahkamah Syar'iyah Meureudu. Tiga pejabat yang diambil sumpahnya satu diantaranya yaitu Kartini, S.Ag sebagai wakil panitera merupakan wajah baru yang sebelumnya bertugas di Mahkamah Syar’iyah Sigli  dalam jabatan yang sama. Sementara dua pejabat lainnya masing-masing Drs. A. Muthalib M.Daud sebagai Panmud Hukum yang sebelumnya sebagai Panmud Gugatan dan Dra. Halimah sebagai Panmud Gugatan yang sebelumnya sebagai Panmud hukum merupakan wajah lama dilingkungan Mahkamah Syar'iyah Meureudu, hanya pindah kamar. Adapun dua orang Hakim merupakan wajah dan tenaga baru untuk lingkungan Mahkamah Syar'iyah Meureudu, M. Syauqi,SHi,SH,MH sebelumnya sebagai Hakim pada  MS-Bireuen dan Drs. Husni Hasan sebelumnya bertugas di Ms-Blangkejeren.

Dalam acara tersebut lantunan ayat suci al_qur’an yang dibacakan oleh Izwar, Lc lulusan S.2 Sudan. Terlihat semua peserta dan undangan terlihat terduduk tekun kagum dan menghayati dengan penuh rasa nikmat terhanyut indahnya kata dan irama yang dilantunkan. Acara juga yang dihadiri seluruh pejabat dan pegawai Mahkamah Syar'iyah Meureudu, Ketua Mahkamah Syar'iyah Bireuen, dan para undangan lainnya  yang bertindak sebagai pembawa acara saudara Abdul Khalid, SHI. Penyumpahan dan pelantikan berlangsung dengan khidmat yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Syar'iyah Meureudu Drs. Khairil Jamal.

Dalam sambutannya ketua Mahkamah Syar'iyah Meureudu menyampaikan bahwa mutasi dalam lingkungan Mahkamah Syar'iyah/PA menrupakan adat yang sudah lazim terjadi setiap tahun, ini bukan barang asing dilingkungan kita. Kami ucapakan kepada wajah baru “ahlan wa sahlan/welcome” di Mahkamah Syar'iyah Meureudu. beliau menyampaikan yang perlu diketahui bahwa pejabat merupakan pelayan. Jabatan merupakan sarana untuk mengabdi lebih kepada negara dan masyarakat, oleh karena itu konsekwensinya adalah mengimplementasikan amanah jabatan tersebut dengan baik untuk selalu memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat pencari keadilan. Selain itu ketua juga menyampaikan agar kita selalu menjaga kedisiplinan dalam bekerja dan juga selalu menjaga kode etik dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan perpisahan hakim Dra. Rubaiyah dan wapan Badriah,SH Mahkamah Syar'iyah Meureudu. Dra. Rubaiyah menyampaikan dalam sambutannya bahwa selama 4 tahun bertugas di Mahkamah Syar'iyah Meureudu merasa sangat banyak penngalaman yang didapat. Beliau merasa dibesarkan oleh Mahkamah Syar'iyah Meureudu, oleh karena itu beliau menyampaikan banyak terima kasih dan mohon doanya untuk berkerja di tempat yang baru. Dalam kesempatan terakhir berliau berpesan agar membina dan menjaga pagar kekeluargaan yang telah terbangun dan sebagai manusia biasa kami yakin telah kami lakukan hal-hal yang baik dan kurang berkenan, maka kami berpesan contohilah yang baik jika itu memeng baik untuk dicontoh, dan maafkanlah kami terhadap yang kurang menyenangkan.Mewakili Mahkamah Syar'iyah Meureudu diberi kesempatan kepada wakil ketua Mahkamah Syar'iyah Meureudu menyampaikan pesan dan kesan. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada Dra. Rubaiyah dan Badriah, SH yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kebaikan dan keharuman nama Mahkamah Syar'iyah Meureudu.(SS)

7 Nasehat Ketua Ms Aceh Kepada Pegawai MS Calang | (9/12)

7 Nasehat Ketua Ms Aceh Kepada Pegawai MS Calang

Gbr: Ketua Ms Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH., MH sedangan memberikan Bimbingan

Calang | calang.ms-aceh.go.id (06/12/2013)

Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh DR.H. Idris Mahmudy, SH, MH pada Kamis (05/12/2013) pagi, mengunjungi Mahkamah Syar’iyah Calang. Kunjungan tersebut menurut Ketua MS Aceh dalam rangka Kunjungan Kerja dan sekaligus ingin bersilaturrahmi.

Kedatangan orang nomor satu di Mahkamah Syar'iyah Provinsi Aceh yang didampingi oleh Hakim Tinggi Bapak Drs. H. Abdul Hamid Pulungan, SH., MH, dan Wakil Sekretaris, Yohan Fauzi Yulises, S.Ag., MH. itu disambut oleh Ketua MS Calang Drs. Muhammad Amin, SH., MH dan Wakil Ketua Drs. Adam Muis serta Pansek Drs. A. Mukthi, SH dan para hakim dan pegawai MS Calang.

Dalam Bimbingan dan Arahan yang disampaikan oleh Ketua MS Aceh di ruang sidang utama MS Calang itu setidaknya ada 7 (tujuh) poin yang harus menjadi perhatian dan sekaligus menjadi pedoman dalam bekerja, yaitu :

Pertama : Kunjungan Mahkamah Syari'yah Aceh ke MS Calang juga ke Ms lainnya selain untuk melihat kinerja, yang utama adalah untuk bersilaturrahmi kepada seluruh pimpinan dan pegawai yang ada di Mahkamah Syar'iyah yang dikunjungi. Hal tersebut dinilai penting untuk membangun keakraban dan kebersamaan serta kekompakan sebagai modal utama suksesnya pelaksanaan tugas;

Kedua : Dengan mengutip nasehat Imam Syafi'i, Ketua MS Aceh mengemukakan tentang 5 manfaat penting jika seorang hakim atau pegawai dipindahtugaskan (musafir), antara lain dengan pindah tugas meskipun awalnya mengeluarkan air mata (sedih) tetapi ia akan menjadi mata air (kesenangan), dengan banyak musafir akan mendapat ilmu dan dengan musafir akan bertambaha kawan;

Ketiga : Mengenai rencana akan memperoleh tanah untuk pembangunan gedung kantor MS Calang dari Pemerintah Aceh Jaya, sebagaimana dilaporkan oleh Ketua MS Calang sebelumnya), Ketua MS Aceh mengharapkan agar segera menyelesaikan administrasi pemberian hak atas tanah tersebut dan nantinya segera dikirim ke MS Aceh yang selanjutnya MS Aceh yang akan mengusulkan biaya pembangunannya ke Mahkamah Agung RI. Menurut Ketua MS Aceh, ke depan pembangunan gedung kantor diupayakan satu tahap selesai dan tidak seperti sebelumnya perlu dua sampai tiga tahap (3 tahun);

Keempat : Hendaknya semua aparat Mahkamah Syar'iyah bekerja lillahi ta'ala. Jangan menerima pemberian dari pemborong proyek karena hasil kerjanya dimungkinkan tidak akan maksimal;

Kelima : Seluruh pegawai di lembaga peradilan saat ini harus senantiasa mau merubah diri kepada yang lebih baik lagi. Memberi pelayanan kepada masyarakat untuk memberikan keadilan menjadi tuntutan masyarakat yang semakin cerdas. Aparat peradilah dituntut untuk kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlash;

Keenam : Aparat peradilan dituntut untuk terus menambah ilmu pengetahuan dengan kuliah sampai S2 dan S3. Tidak mencukupkan diri dengan hanya S1. Karena khusus untuk hakim, dipandang telah mampu melanjutkan kuliah. Berkaitan dengan hal itu, Ketua MS Aceh mencontohkan diri beliau sendiri yang meskipun sudah cukup berumur, tetap semangat berusaha melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Pekan Baru ketika bertugas di sana. Ketua MS Aceh mengibaratkan kualitas tingkat pendidikan seseorang dikaitkan dengan pelaksanaan kerja. Beliau menggambarkan, bahwa pegawai yang hanya tamatan sekolah SLTA akan mengerjakan apa yang diperintahkan setelah tiga kali diperintah. Tamatan S1 diperintah dua kali dan tamatan S2 diperintah satu kali. Sedangkan yang tamatan S3 tidak perlu diperintah sudah mengetahui sendiri apa yang harus dikerjakan;

Ketujuh : Tanamkan kerja di Mahkamah Syar'iyah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi Dunia dan dimensi Akhirat;

Dan dibagian akhir Ketua Mahkmah Syar’iyah Aceh menjelaskan, motto kerja keras didasari atas semangat kerja sebagai abdi negara, kerja cerdas dalam setiap pekerjaan hendaknya berpedoman pada aturan dan ketentuan serta kerja ikhlas degan menikmati, mencintai pekerjaan yang hasilnya akan berguna dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Demikian tujuh Nasehat yang diberikan oleh Ketua MS Aceh ketika memberi bimbingan dan pengarahan di hadapan seluruh hakim dan pegawai Mahkamah Syar'iyah Calang.

Gbr. Ketua MS Aceh Meninjau Ruang Kepaniteraan

Sebelum acara bimbingan dan arahan, Ketua MS Aceh beserta rombongan yang didampingi oleh Ketua MS Calang, telah terlebih dahulu meninjau beberapa ruangang MS Calang. (fs/w/ma)

2 Hakim Dan 1 Pegawai MS Kualasimpang Siap Mengikuti Bimtek Ekosyar & Anonimisasi Putusan | (18/11)

2 Hakim Dan 1 Pegawai MS Kualasimpang Siap Mengikuti Bimtek Ekosyar & Anonimisasi Putusan

kualasimpang | kualasimpang.ms-aceh.go.id

Berdasarkan surat MS Aceh Nomor : W1-A/2183/KP.0.11/XI/2013tentang Penunjukan Peserta Bimtek Tahun 2013. Dalam surat itu disebutkan Mahkamah Syar’iyah Aceh akan mengadakan Bimtek Ekonomi bagi para hakim dan Bimtek Admin Siadpa dan Anonimisasi Putusan bagi pejabat Kepaniteraan Mahkamah Sya’iyah se Aceh pada hari Rabu s.d. Jum'at anggal 20 s.d. 22 Nopember 2013 bertempat di Hotel Sultan Banda   Aceh.

Untuk itu MS Aceh meminta kepada masing-masing satker untuk menunjuk peserta yang akan mengikuti Bimtek dimaksud. Sehubungan dengan permintaan tersebut Ketua MS Kualasimpang segera menindaklanjuti dengan membuat surat penunjukan atau tugas mengikuti Bimtek Ekonomi Syariah yakni 2 orang hakim yang ditunjuk yaitu Mursyid Syah, S.Ag dan Amrin Salim, S.Ag, MA.

Diminta tanggapannya terhadap penunjukan ini kedua hakim tersebut menyatakan siap mengikuti Bimtek, disamping belum pernah mengikuti Bimtek yang berkenaan dengan Ekonomi Syariah, sedangkan hakim-hakim lain sudah pernah mengikuti Bimtek serupa. Kedua hakim ini juga dianggap layak karena semenjak mutasi ke Aceh kedua hakim ini belum pernah mengikuti Bimtek di Banda Aceh. Sehingga penunjukan ini menurut Ibu Ketua MS Kualasimpang merupakan perintah yang harus dijalani dan penunjukan ini sudah dianggap proporsional. Untuk itu kedua hakim ini harus melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya.

Sedangkan pejabat yang ditunjuk untuk mengikuti Bimtek Admin Siadpa dan Anonimisasi Putusan adalah Hj. Salbiah, S.Ag (Wapan MS Kualasimpang). Menurut Ketua penunjukan Wapan adalah untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para pejabat struktural kepabiteraan MS Kualasimpang untuk mendapatkan penambahan ilmu dan wawasan dalam bidang SiADPA Plus dan Anonimisasi Putusan.

Ibu Ketua mengharapkan agar kedua hakim dan pegawai ini agar dapat mengikuti acara Bimtek ini dengan sebaik-baiknya karena disamping sebagai ajang untuk bersilaturrahim, acara ini juga memberikan manfaat dan menambah wawasan berkenaan dengan pelaksanaan wewenang baru Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam bidang Ekonomi Syariah dan juga pendalaman materi tentang SIADPA Plus dan Anonimisasi Putusan. Agar kiranya ilmu dan wawasan yang diperoleh di Bimtek dapat diterapkan di MS Kualasimpang dan dimanapun nanti akan bertugas. Selanjutnya ilmu yang didapatkan wajib di sharing secara terbuka di hadapan pimpinan, pegawai, hakim dan honorer. (AS)

Halaman 476 dari 477