msaceh

19 Sep

kegitan malam silarrahmi | (19/09)

Jakarta | ms-aceh.go.id

Peringatan 130 tahun Peradilan Agama dengan agenda kegitan malam silarrahmi digelar Selasa malam tanggal 18 September 2012 di Mercury Hotel, Ancol Jakarta. Malam silaturrahmi tersebut dilengkapi dengan pemberian penghargaan kepada pemenang perlombaan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MA bidang non Yudisial DR. H. Ahmad Kamil, SH. M. Hum, Tuada Uldilag DR. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH, para Hakim Agung, Dirjen Badilag, Dirjen Badilum, Ketua MS Aceh / Ketua PTA seluruh Indonesia, para tokoh yang telah berjasa  bagi peradilan agama dan undangan lainnya.

Sekretaris Ditjen Badilag Drs. H. Farid Ismail, SH. MH dalam laporannya menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan 130 tahun peradilan agama diisi dengan berbagai lomba, menyusun buku, peluncuran galery, laboratorium SIADPA, laboratorium Simpeg dan malam silaturrahmi. “Malam ini ini adalah malam silaturrahmi sesama warga peradilan agama dengan sejumlah tokoh yang telah berjasa bagi kemajuan peradilan agama dan mantan pejabat eselon II peradilan agama dan keluarga”, kata Farid Ismail menjelaskan.

Tuada Uldilag sampaikan tiga pesan.

Tuada Uldilag H. Andi Syamsu Alam dalam sambutannya menyampaikan pesan dan harapan kepada warga peradilan agama untuk bersama-sama dan bersinergi untuk membangun, membela dan mempertahankan eksistensi peradilan agama dan malam silaturrahmi tersebut adalah malam yang monumental untuk mempererat tali silaturrahmi. Disebutkannya, bahwa peringatan 130 tahun peradilan agama adalah sebagai napak tilas sejarah peradilan agama yang ditandai dengan pasang surut dalam perjalanan peradilan agama itu sendiri.

Tuada Uldilag menyampaikan tiga pesan dan harapan kepada warga peradilan agama sebagai berikut :

Pertama, warga peradilan agama tidak boleh lupa sejarah peradilan agama yang dimulai dari serambi mesjid. “Peradilan agama telah eksis dan tetap eksis sepanjang umat Islam masih ada dan jangan lupa akar sejarahnya dari serambi masjid”, kata Tuada Uldilag dengan bersemangat. Menurut Tuada Uldilag, “bahwa ulama telah berjuang mendirikan, merawat dan memperkokoh peradilan agama, oleh karena itu jadikan ulama sebagai teladan baik dalam dinas maupun diluar dinas, tandas Tuada Uldilag mengajak warga peradilan agama.

Kedua,  warga peradilan agama agar mempertankan prestasi yang telah dicapai seperti kemajuan teknologi informasi, website, SIADPA Plus, kemudahan akses bagi pencari keadilan dan pelayanan kepada pencari keadilan yang tidak mampu (justice for the poor).

Ketiga, agar warga peradilan agama menjaga kekompakan dan persatuan.  “Dari dulu warga peradilan agama terkenal dengan kekompakannya seperti adanya paguyuban, oleh karena itu mari kita bersatu padu dan sekaranglah era kebangkitan peradilan agama. Jayalah peradilan agama, jayalah mahkamah agung dan selamat ulang tahun tahun peradilan agama yang ke-130”, tandas Tuada Uldilag memberikan semangat kepada warga peradilan agama yang sangat antusias menghadiri malam silaturrahmi tersebut.

Pemberian hadiah.

Malam silaturrahmi tersebut semakin sempurna dengan pemberian penghargaan berupa hadiah dan piagam kepada para pemenang perlombaan. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dalam rangka peringatan 130 tahun peradilan agama, Badilag mengadakan berbagai macam perlombaan pembaruan peradilan. Perlombaan tersebut terdiri dari 6 (enam) jenis yaitu pengelolaan website, SIADPA, Simpeg pelayanan publik dan meja informasi,  justice for all dan publikasi putusan  Sementara itu, penilaian terhadap website pengadilan tingkat banding tidak diumumkan oleh karena pemberian hadiah hanya diserahkan kepada website pengadilan tingkat pertama. Namun demikian, panitia menyampaikan bahwa penilaian terhadap semua perlombaan akan dimuat selengkapnya pada website badilagnet pada hari Rabu tanggal 19 September 2012.

Peluncuran buku.

Dalam rangka peringatan ulang tahun peradilan agama yang ke-130 diterbitkan beberapa buku antara lain adalah buku dengan judul “Wahyu Widiana Bekerja Tiada Henti Membangun Peradilan Agma”. Buku yang ditulis oleh Drs. Muslim, SH. MA Wakil Ketua PA Kotobaru dan Edi Hudiata, LC Hakim Pengadilan Agama Marabahantersebut mengupas tentang sepak terjang Wahyu Widiana membangun peradilan agama yang telah menjangkau serambi dunia.

Dalam kata sambutannya Wakil Ketua MA bidang non yudisial H. Ahmad Kamil merasa terharu dan bangga atas penerbitan buku yang mengupas sosok Wahyu Widiana dan menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Wahyu Widiana yang tidak mengenal lelah memajukan peradilan agama. “Kita bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wahyu Widiana yang telah bekerja tanpa henti sehingga peradilan agama mencapai keberhasilan seperti sekarang ini”, kata H. Ahmad Kamil memuji kegigihan Wahyu Widiana.

Wahyu Widiana menyampaikan rasa syukur telah dapat menyelesaikan tugas sampai dengan masa purna bhakti. “Sebenarnya saya sudah pensiun sebagai Dirjen Badilag sejak Agustus yang lalu, tetapi oleh karena masih diminta untuk membantu Badilag, maka saya tetap bekerja di Badilag”, kata Wahyu Widiana seraya mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan.

(AHP)

Rate this item
(0 votes)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019