msaceh

02 Agu

H. Abdul Mu’in : Manusia Diciptakan Untuk Beribadah Kepada Allah SWT | (03/08)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Memasuki hari ketigabelas pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1433 H, kegiatan ceramah agama setelah shalat Zuhur di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh menampilkan penceramah Drs. H. Abdul Mu’in. Ustadz kita yang sehari-harinya adalah Hakim Tinggi ini menyampaikan ceramahnya bahwa kehadiran manusia di dunia ini dilindungi dan dipelihara oleh Allah. Manusia dibekali dengan segala potensi yang ada di dalam dirinya dan Allah berikan petunjuk berupa al-Quran agar manusia selamat di dunia dan selamat di akhirat. Di dunia ini Allah berikan rezeki baik yang datang dari tanah maupun yang turun dari langit agar manusia dapat hidup dan berkembang biak sampai akhir zaman.

Menurut H. Abdul Mu’in, manusia harus mengenal Tuhannya bahkan harus merasakan bahwa Allah ada dalam dirinya. “Apabila manusia mengenal Allah dan merasakan ada dalam dirinya kemanapun ia pergi, maka Insya Allah manusia yang seperti itu akan selalu taat dan beribadah kepada Allah, sebaliknya apabila tidak mengenal Allah dan tidak merasakan kehadiran Allah dalam dirinya, maka manusia yang seperti itu cenderung maksiat kepada Allah dan tidak mau melaksanakan  perintah Allah”, kata Ustadz yang mahir membaca kitab kuning ini.

Ada 3 (tiga) hal yang harus diyakini manusia agar ia selalu taat kepada Allah, yaitu

  1. Kehidupan di dunia ini diciptakan oleh Allah. Manusia lahir ke dunia ini adalah kehendak Allah dan kehidupan di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah dan menebarkan kebaikan kepada sesama.  “Manusia harus sadar betul bahwa kehidupannya di dunia ini hanya semata-mata beribadah kepada Allah dalam arti yang seluas-luasnya, baik ibadah yang berhubungan langsung kepada Allah maupun yang berhubungan dengan manusia”, tegas H. Abdul Mu’in.
  2. Manusia hidup di dunia ini dipelihara degan petunjuk dari Allahdan apabila manusia itu selalu berpedoman kepada petunjuk Allah yang tercantum dalam al-Quran, maka manusia itu akan hidup dengan selamat. “Allah sangat berjasa kepada manusia, sebab Allah memberikan petunjuk dalam kehidupan, baik berupa perintah maupun larangan dan tidak perlu diperdebatkan”, kata Ustadz. Dikatakan Ustadz, bahwa memakan babi haram hukumnya dan ada hikmahnya. Menurut penelitian, orang yang sering memakan daging babi akan mempengaruhi karakternya seperti karakter babi. “Karakter babi adalah tidak merasa keberatan apabila pasangannya diganggu oleh babi jantan lain, berbeda dengan karakter ayam yang keberatan apabila ada ayam jantan lain yang ingin mencoba mengganggu pasangannya, oleh karena itu janganlah memakan daging babi”, kata Ustadz seraya menjelaskan bahwa manusia akan marah apabila isterinya diganggu oleh laki-laki lain.
  3. Apabila meninggal akan diberi balasan oleh Allah. Kehidupan manusia pasti akan berakhir dengan kematian, hanya saja tidak ada yang mengetahui kapan seseorang akan meninggal, kecuali Allah. ‘Oleh karena kita akan meninggal dunia setelah habis jatah kita di dunia ini dan akan kembali kepada Allah, maka marilah kita mempersiapkan amal ibadah dengan sebanyak-banyaknya karena setiap amal yang kita kerjakan akan dibalas oleh Allah”, ajak Ustadz kepada jamaah. 

Ustadz menganjurkan agar selalu bersyukur kepada Allah atas semua rezki yang diberikan-Nya, baik dengan ucapan alhamdulillah maupun dengan perbuatan dalam bentuk amal saleh. “Dengan selalu bersyukur, maka manusia akan  selalu beribadah kepada Allah dan selalu meminta pertolongan kepada Allah dan akan mohon petunjuk agar selalu pada jalan yang benar sebagaimana disebutkan dalam surat al-Fatihah yang selalu kita baca dalam shalat”, urai Ustadz menjelaskan.

Di pengujung tausiyahnya, Ustadz mengajak jamaah agar selalu mengkomsumsi makanan halalan thoyyiban. “Saya mengajak kepada kita semua untuk selalu memakan makanan halalan thoyyiban, oleh karena makanan menjadi kenderaan untuk beribadah kepada Allah. Kalau yang dimakan halalan thoyyiban akan mudah beribadah, sebaliknya apabila memakan yang haram akan berat membawa badan untuk beribadah”, harap Ustadz sambil menutup tausiyahnya.

(H. Abd. Hamid Pulungan)

Rate this item
(0 votes)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019