msaceh

06 Agu

Asri Damsy : Ibadah Puasa Bukan Hanya Dimensi Ritual Tetapi Mencakup Dimensi Sosial | (07/08)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Memasuki hari ketujuh belas pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1433 H, kegiatan ceramah agama setelah shalat Zuhur di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh menampilkan penceramah Drs. Asi Damsy. Ustadz kita yang sehari-harinya adalah Hakim Tinggi ini menyampaikan dalam ceramahnya bahwa ibadah puasa bukan hanya dimensi ritual tetapi sekaligus dimensi sosial. Dengan perasaan lapar dan haus pada waktu puasa akan melahirkan manusia-manusia yang berjiwa sosial tinggi dan mau berbagi untuk sesama.

Menurut Asri Damsy yang juga adalah qari ini, isi kandungan pada surat al-Baqarah ayat 183 paling tidak ada 3 (tiga) komponen, yaitu :

  1. Ibadah puasa hanya dialamatkan kepada orang-orang yang beriman, oleh karena itu apabila ada orang yang tidak berpuasa dan dia adalah beragama Islam, maka keimanannya perlu dipertanyakan.
  2. Ibadah puasa telah diwajibkan kepada umat yang lain sebelum diwajibkan kepada umat Islam.
  3. Ibadah puasa membuat shaimin dan shaimat semoga menjadi orang yang bertaqwa.

Ustadz Asri Damsy menjelaskan, bahwa menurut Ustadz M. Yunan Nasution ada 5 (lima) rangkaian yang tidak terpisahkan agar seseorang menjadi orang yang bertaqwa, yaitu :

  1. Muslim, artinya orang yang menyerahkan diri secara totalitas kepada perintah Allah, yaitu menerima tanpa tawar menawar dalam mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan semua larangan Allah.
  2. Mukmin, artinya orang yang mengimani semua rukun Iman yang terdiri dari 6 (enam) perkara.
  3. Muhsin, yaitu orang yang selalu berbuat kebajikan, bahkan hakikat Ihsan dalam beribadah kepada Allah seolah-olah melihat Allah.
  4. Mukhlis, yaitu orang yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah.
  5. Muttaqin, yaitu orang yang selalu beribadah kepada Allah dan inilah tingkatan yang paling tinggi dalam bentuk pengabdian orang muslim.

Asri Damsy menghubungkan puasa dengan surat al-Baqarah ayat 177, yaitu tujuan puasa adalah agar menjadi orang yang bertaqwa yang memberikan sebagian harta yang disayanginya kepada kaum kerabat. “Puasa itu bukan saja berdimensi ritual tetapi juga berdimensi sosial dengan cara berbagi kepada sesama. Oleh sebab itu mari kita perbanyak ibadah sosial di pengujung bulan Ramadhan ini”, ajak Ustadz yang berasal dari Bengkulu ini. Dijelaskan, bahwa bulan Ramadhan adalah madrasah untuk mendidik dan menjadikan manusia yang selalu instrospeksi diri dan merenung tentang amaliyah sehari-hari untuk selalu meningkatkan amal ibadah dalam rangka taqarrub kepada Allah. ‘Mari kta upayakan agar amal ibadah kita selama Ramadhan ini meningkat sehingga selepas Ramadhan kita akan menjadi manusia yang fitrah, manusia yang berjiwa sosial dan selalu gemar beribadah, pinta Asri Damsy.

Ustadz juga menjelaskan, bahwa Ramadhan adalah bulan untuk selalu berzikir kepada Allah. “Selain melaksanakan ibadah puasa, kita juga harus memperbanyak zikir kepada Allah, sebab orang yang selalu berzikir akan tenteram hatinya”, jelas Asri Damsy seraya mengutip surat al-Ra’du ayat 29. “Fungsi zikir ada 3 (tiga), yaitu mensucikan jiwa, membersihkan hati dan pencerahan hati”, kata Ustadz seraya mengakhiri tausiyahnya.

(Abd. Hamid Pulungan)

Rate this item
(0 votes)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019