Print this page
17 Sep

Acara Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama | (18/09)

Jakarta | ms-aceh.go.id

Peringatan 130 tahun Peradilan Agama yang puncaknya dilaksanakan tanggal 17 dan 18 September 2012 di Mercury Hotel, Ancol Jakarta dihadiri oleh ratusan pengunjung yang memenuhi salah satu aula pada hotel tersebut. Aula tempat perhelatan penuh sesak oleh warga peradilan agama yang datang dari seluruh Indonesia, banyak di antara pengunjung yang kehabisan tempat duduk dan harus rela berdiri menyaksikan acara spektakuler tersebut.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Mahkamah Agung RI DR. H. M. Hatta Ali, SH, MH Wakil Ketua Bidang Non Yudisial DR. H. Ahmad Kamil, SH. M. Hum, Duta Besar Sudan, mantan Ketua MA Prof. Bagir Manan, SH. MCL, Tuada Uldilag DR. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH, para Hakim Agung, Dirjen Badilag Drs. H. Wahyu Widiana, MA, Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh / Ketua PTA seluruh Indonesia, peserta Bimtek yang sedang berlangsung di hotel yang sama dan undangan lainnya. Nampak juga beberapa mitra kerja Badilag dengan pihak luar negeri, sehingga acara tersebut bukan saja bertaraf nasional tetapi telah menjadi ajang pertemuan bertaraf internasional.

Dirjen Badilag Wahyu Widiana dalam laporannya menyebutkan bahwa acara  memperingati ulang tahun ke 130 peradilan agama dilaksanakan dengan sederhana tetapi penuh dengan makna dan banyak kegiatan. Acara tersebut mengambil thema “Dari Serambi Mesjid ke Serambi Dunia, Menuju Badan Peradilan Agama Indonesia Yang Agung”.

Wahyu Widiana menyebutkan bahwa tujuan peringatan 130 tahun peradilan agama adalah untuk menoreh sejarah dan menghargai jasa para tokoh yang telah berbuat untuk peradilan agama serta untuk mensukseskan program prioritas peradilan agama.

Peradilan Agama semakin eksis dan mapan.

Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada peradilan agama dalam memperingati ulang tahun yang ke 130. “Peradilan Agama sebagai bagian pelaksana kekuasaan kehakiman dalam pranata konstitusional telah menjadi peradilan yang transparan, menggunakan teknologi informasi dalam mengelola administrasi. Oleh karena itu saya menilai peradilan agama telah menjadi peradilan yang modern, semakin eksis dan mapan”, kata Hatta Ali dengan bangga.  Disebutkannya, dengan lahirnya Undang-Undang No. 3 Tahun 2006, wewenang peradilan agama diperluas yaitu berwenang mengadili sengketa ekonomi syari’ah, disamping kewenangan yang disebutkan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama.

Selesai memberikan kata sambutan, Ketua MA meresmikan beberapa kegiatan yaitu penerbitan buku sebanyak 15 buah, pemakaian galery, laboratorium SIADPA dan laboratorium Sistim kepegawaian.

Sarasehan

Pada malam yang bersejarah tersebut diisi pula dengan sarasehan dengan menampilkan 2 (dua) pembicara yang merupakan tokoh peradilan agama, yaitu H. Syamsuhadi Irsyad dan H. Bagir Manan. H. Syamsuhadi Irsyad dalam makalahnya yang berjudul “130 tahun Peradilan Agama Bertahan dan Mengembangkan Eksistensinya” mengupas tentang sejarah peradilan agama sejak zaman kolonial belanda sampai dengan sekarang ini.

Sementara itu, H. Bagir Manan yang tampil pada sesi kedua banyak berpesan kepada warga peradilan agama. Diantara pesan beliau adalah sebagai berikut :

  1. Agar putusan peradilan agama mampu memberikan kepuasan bagi pencari keadilan. “Saya melihat bahwa putusan hakim peradilan agama diterima dengan senang hati oleh masyarakat pencari keadilan, oleh karenanya usahakanlah agar putusan yang dijatuhkan tersebut memenuhi ketentuan hukum”, kata Bagir Manan.
  2. Agar putusan peradilan agama mampu membimbing masyarakat ke arah yang lebih baik. “Putusan tidak hanya sekedar menyelesaikan perkara, tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah dapat membimbing masyarakat agar taat hukum”, ujar Bagir Manan menegaskan.
  3. Agar putusan peradilan agama menjadi rahmatan lilalamin. Bagir Manan berharap putusan yang dijatuhkan dapat menjadi penyebar kasih sayang bagi seluruh masyarakat.

Besok malam di tempat yang sama akan dilaksanakan silaturrahmi sesama warga peradilan agama dan pemberian penghargaan kepada para pemenang perlombaan. Redaktur IT melaporkan dari arena peringatan 130 tahun peradilan agama Mercury Hotel, Ancol Jakarta. 

(AHP)

Rate this item
(0 votes)