msaceh

22 Sep

Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid MA (18/12)

Jakarta| badilag.net (18/12)

Penantian panjang itu akan segera berakhir. Setelah enam tahun digagas, tepat pada tahun baru 1431 Hijriyah ini pembangunan masjid MA mulai dilaksanakan.  Diperkirakan pembangunan masjid yang belum diberi nama ini menghabiskan dana Rp 8,5 M. Saat ini, dana yang terkumpul baru Rp 5 M.

“Saya optimis bahwa jumlah kekurangan ini tidak begitu sulit kita peroleh, karena saya tahu betul seluruh warga peradilan akan mendukung, demi ibadah dan perasaan memiliki,” kata Ketua MA, Prof. Haripin A. Tumpa, Jumat (18/12). Dia mengungkapkan hal itu pada acara peletakan batu pertama pembangunan masjid MA yang dihadiri para pimpinan MA, hakim agung, dan pejabat dari empat lingkungan peradilan.

Ketua MA, Prof. DR. Haripin A Tumpa (berpeci), melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid MA.

Haripin mengungkapkan, pembangunan masjid ini dipelopori mantan Ketua MA Bagir Manan dan seluruh pimpinan MA pada akhir 2003. “Sudah saatnya ide yang bagus dan cemerlang ini kita wujudkan,” cetusnya.

Dana untuk pembangunan masjid ini berasal dari sumbangan suka rela dari aparat peradilan, baik di MA maupun empat lingkungan peradilan. Haripin menyatakan, dulu sebelum mendapat tunjangan remunerasi, banyak pihak yang rela menyumbang Rp 2 juta tiap orang. Setelah ada remunerasi, jumlah sumbangan lebih dari itu diperkirakan tidak terlalu sulit didapat.

 

Haripin mengingatkan seluruh aparat peradilan agar memberi sumbangsih terhadap pembangunan masjid ini. “Sesungguhnya, dalam melakukan pembangunan, yang terpenting bukan peletakan batu pertama, tapi peletakan batu terakhir,” tandasnya.

Tepis Dugaan

Ketua Panitia Pembangunan Masjid MA, Syamsuhadi Irsyad, menyatakan bahwa acara peletakan batu pertama ini dapat menepis kecurigaan sebagian pihak. “Ada kecurigaan, dana untuk pembangunan masjid ini jangan-jangan untuk kepentingan lain,” ujar mantan Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial ini.

Syamsuhadi menjelaskan, kekurangan biaya sekitar 3,5 M akan segera ditutupi. Salah satu sumber dana itu berasal dari hakim-hakim yang baru diangkat. Menurutnya, hal itu sudah menjadi keputusan pimpinan MA.

Masjid MA dibangun di sebelah barat daya gedung MA. Direncanakan masjid ini mampu menampung 999 jamaah. Berdasarkan perhitungan panitia, jumlah jamaah yang shalat Jumat di Aula MA berkisar antara 650-750 orang.

Dari kiri: Dirjen Badilmiltun, Sonson Basar; Dirjen Badilum, Cicut Sutiarso; dan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, saat menghadiri acara peletakan batu pertama Masjid MA.

Selama ini, hakim agung dan pegawai MA melaksanakan shalat Jumat di Aula. Sementara itu, untuk shalat biasa, mereka melakukannya di Mushalla Al-Mahkamah. “Walapun belum memenuhi harapan semua pihak, langkah permulaan ini diharapkan cukup memadai,” kata Syamsuhadi.

Sehari sebelum proses peletakan batu pertama ini digelar, sebuah tim yang diketuai hakim agung Habiburrahman menentukan arah kiblat. Anggota tim ini berasal dari Subdit Syariah Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata, Ditjen Badilag. (hermansyah)

Rate this item
(0 votes)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019