msaceh

30 Jul

A. Mu’thi : Hanya Allah Yang Menyembuhkan Penyakit | (31/07)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1433 H, kegiatan ceramah agama setelah shalat Zuhur di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh menampilkan penceramah Drs. A. Mu’thi, MH yang sehari-harinya adalah Hakim Tinggi. Ustadz kita yang berasal dari Jawa Barat ini menyampaikan dalam ceramahnya bahwa penyakit yang diderita oleh seseorang berasal dari Allah dan Allah jualah yang menyembuhkannya.

Kisah seorang dosen UNPAD Bandung

Ustadz kita yang sudah pandai bahasa Aceh ini menceritakan bahwa Prof. Herman, seorang guru besar di Universitas Padjadjaran Bandung telah menjadi seorang ateis setelah mendapatkan gelar akdemik S.3 dari Amerika Serikat. Prof. Herman mengklaim bahwa dialah yang paling hebat dan merasa ilmunya adalah segala-galanya.  Dan pada akhirnya Prof. Herman tidak mengakui adanya Tuhan dan dia hanya mengakui ilmunya sebagai Tuhan. Lalu Allah Swt memberikan ujian kepadanya dengan penyakit lupa ingatan. Ilmu yang dimilikinya hilang semuanya bahkan mengeja kalimatpun sangat berat baginya. 

Lalu, Prof. Herman berobat kemana-mana, mulai dari dokter sampai dengan pengobatan secara alternatif, tetapi usahanya tersebut sia-sia dan penyakitnya tidak sembuh. Menurut diagnosa dokter, bahwa penyakit yang diderita Prof. Herman adalah otaknya mengecil dan tidak mungkin lagi akan sembuh.”Untunglah, keluarga Prof. Herman adalah berasal dari pesantren, lalu membawa Prof.Herman berobat ke seorang Kiyai ternama di Bandung”, kata Ustadz A. Mu’thi menjelaskan.

Dalam pengobatan yang diberikan oleh Kiyai tersebut, Prof. Herman diajarkan oleh Kiyai supaya selalu mengucapkan kalimat La ilaha illallah disertai dengan pemahaman secara harfiyah dan menghayatinya sesungguh hati. Dalam pengobatan secara terus menerus yang diberikan oleh Kiyai, berangsur-angsur Prof. Herman sadar kembali bahwa sakitnya datang dari Allah dan Allah jualah yang akan menyembuhkannya. Prof. Herman sadar kembali, Allah adalah maha bijaksana, Allah adalah maha pemurah dan maha penyayang. Dengan ridho dan izin dari Allah Swt akhirnya Prof. Herman sembuh dan ilmunya yang sempat hilang dari ingatannya diingatnya kembali, lalu Prof. Herman kembali mengajar di almamaternya sekaligus tempat pengabdiannya Universitas Padjadjaran Bandung.

Prof. Herman yang kembali ke habitatnya sadar betul bahwa ia telah keliru dalam memahami Tuhan sebagai Khaliq dan lebih menfokuskan diri kepada ilmunya. Akhirnya Prof. Herman mohon agar dapat diterima sebagai tenaga pengajar pada Universitas Islam Bandung (UNISBA). Prof. Herman akan taubat dari kesalahannya dan menjadikan UNISBA sebagai pengabdiannya disamping UNPAD yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak masa kuliah sampai menjadi tenaga pengajar.

Kisah seorang korban Tsunami

Alkisah, seorang warga Banda Aceh yang menderita lumpuh dan kursi roda adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya. Ustadz A. Mu’thi menyampaikan bahwa orang lumpuh tersebut ketika terjadi bencana gempa dan gelombang tsunami dahsyat yang melanda Aceh tahun 2004 hanya pasrah dan mohon perlindungan kepada Allah Swt. Dalam kepasrahannya, ia tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat menyalamatkan diri dan hanya tawakkal kepada Allah Swt. Ia tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat La ilaha illallah. “Syahdan, dengan iradat dan qudrat Azza wa Jalla, orang lumpuh tersebut selamat dari gempa dan gelombang tsunami. Bahkan penyakit lumpuh yang dideritanya selama ini sembuh dan kembali normal sebagaimana layaknya orang yang sehat”, kata Ustadz dengan penuh haru. Menurut Ustadz, penyakit datang dari Allah dan Allah jualah yang akan menyembuhkannya. Ustadz mengutip ayat al-Qur’an surat al-Syu’ara ayat 80 : 

Artinya :  Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.

Ustadz menyebutkan, bahwa manusia harus selalu tawakkal kepadaNya dan apabila mendapat musibah berupa penyakit, maka kita berobat dengan sungguh-sungguh tetapi jangan lupa selalu mohon kepada Allah Swt agar penyakit tersebut segera sembuh, nasehat Ustadz  sambil menutup tausiyahnya.

(H. Abd. Hamid Pulungan)

Rate this item
(1 Vote)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019