msaceh

26 Sep

48 Orang Calon Peserta Diklat Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi Jalani Tes Wawancara | (25/09)

Jakarta | badilag.net (25/09)

Sebanyak 48 orang Hakim Peradilan Agama calon peserta diklat ekonomi syari'ah di Universitas Ibnu Sa'ud  Arab Saudi menjalani tes wawancara yang diselenggarakan di dua tempat yaitu Ditjen Badilag dan PTA Surabaya. Mereka diuji langsung oleh DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani, Direktur Ma’had Ali Li Qodho’, Universitas Muhammad Ibnu Saud.

Sebelumnya pada hari Kamis dan Jum'at, tanggal 23 dan 24 September, sebanyak 34 peserta telah menjalani tes di Ditjen Badilag, sedangkan sisanya menjalani tes di PTA Surabaya pada hari Sabtu tanggal 25 September. (klik disini untuk melihat link beritanya)

Teknis pelaksanaan wawancara adalah para peserta dipanggil satu persatu untuk masuk ke ruang tes, dimana disana telah menunggu DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani sebagai penguji didampingi oleh seorang staf khusus Dirjen, Nasich Salam.

Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 5-10 menit, mereka ditanya seputar pemahamannya tentang perkembangan hukum Islam menggunakan bahasa bahasa Arab.

Banyak dari mereka setelah dilakukan tes merasa gembira, hal itu bisa dilihat dari raut mukanya. Namun ada juga diantara mereka yang merasa kwatir. "Bagaimana hasilnya tadi, mumtaz?" tanya salah seorang peserta kepada rekannya yang telah selesai diwawancara.

Menurut staf khusus Dirjen Badilag yang merupakan tim penguji, Nasich Salam mengatakan bahwa sebelumnya ada 50 para calon peserta yang akan menjalani tes wawancara, namun dua diantaranya menyatakan mengundurkan diri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nantinya dari 48 orang ini, akan dipilih sebanyak 40 orang untuk mengikuti diklat di Universitas Muhammad Ibnu Saud.

Perlu diketahui, bahwa pelatihan ini adalah bentuk kerjasama antara Mahkamah Agung Republik Indonesia khususnya Ditjen Badilag dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi, dimana pada akhir tahun 2008 yang lalu Ditjen Badilag telah memberangkatkan sebanyak 40 orang hakim peradilan agama untuk mengikuti pelatihan yang sama disana.

Teknis Keberangkatan Peserta

Masih menurut Nasich, bahwa Ditjen Badilag disini adalah hanya memfasilitasi penyelenggaraan tes saja, karena hasilnya adalah merupakan hak sepenuhnya dari Universitas Ibnu Saud.

Sebelumnya, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Universitas Ibnu Saud telah mengutus wakilnya ke Indonesia untuk menanyakan tentang kesiapan para peserta dari Indonesia yang akan mengikuti pelatihan kesana. Setelah itu, untuk yang kedua kalinya, mereka mengutus perwakilannya untuk datang ke Indonesia untuk melakukan tes wawancara.

"Insya Allah apabila hasil tes itu sudah selesai, kita akan segera umumkan di website Ditjen Badilag," ungkapnya.

Mengenai kapan para peserta ini akan diberangkatkan ke Arab Saudi, Nasich belum bisa memastikan kapan waktunya. Hal itu disebabkan karena setelah hasil tes wawancara ini akan diserahkan di Universitas Ibnu Saud untuk diolah, selanjutnya disana mereka akan berkoordinasi dulu dengan instansi terkait lainnya untuk pemrosesan visa dan lain sebagainya.

Pelatihan ini merupakan sesuatu yang sangat diimpikan oleh semua hakim di lingkungan peradilan agama. Mengapa?

Karena selain melakukan pelatihan tentang perkembangan hukum Islam di Arab Saudi, mereka juga sekaligus akan melakukan ibadah haji yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi.

Istimewanya lagi kunjungan para hakim peradilan agama ini dijadikan sebagai tamu kerajaan, yang artinya segala fasilitas sudah tentu lebih dibanding kunjungan biasa termasuk dalam hal ibadah haji.

Nasich menggambarkan, apabila para peserta ini berangkat pada awal Oktober, mereka akan mengikuti pelatihan sekitar satu bulan kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji. Namun apabila berangkatnya pada akhir Oktober, mereka akan melakukan ibadah haji terlebih dahulu kemudian baru mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Badilag, Farid Ismail berpesan kepada para calon peserta ini agar menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. "Jaga kesehatan masing-masing, bagi yang merokok tolong mulai sekarang kalau bisa distop dulu,' pesannya kepada para peserta.

"Apabila bapak-bapak ini mendadak dipanggil ke Jakarta juga harus sudah siap," tegasnya.

(ws)

Rate this item
(0 votes)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019