msaceh

27 Mei

19 Penjudi Termasuk Satu Wanita Dicambuk

Sumber :serambinews.com

LANGSA - Sebanyak 19 tervonis kasus perjudian (maisir)--satu diantaranya seorang wanita--Kamis (25/5) petang, menjalani eksekusi hukuman cambuk. Eksekusi cambuk kali dipusatkan di Lapangan Merdeka Langsa, mendapat perhatian ribuan warga yang memadati arena cambuk. Ke 19 tervonis cambuk masing-masing, seorang wanita (46), warga Gampong Sidorjo, Kecamatan Langsa Lama. Selanjutnya, Risdiasyah (34), Lilik Supaino (41), warga Gampong Pondok Pabrek, Edi Sarono (5), warga Gampong Sulalah, Supardi (64), warga Gampong Sidorejo, seluruhnya berada di Kecamatan Langsa Lama.

Selanjutnya, Andria Yusandra (31), Rasito (61), keduanya warga Gampong Blang Sunibong, Muzakir (31), dan Zulfian (60), M Yusuf (37), ketiganya warga Gampong Paya Bujok Blang Paseh, M Ripal (41), warga Gampong Jawa Baru (41), warga Gampong Jawa Baru, Fauzi (45), warga Gampong Blang. Azuarman (62), Adipratama, Bob (32), ketiganya warga Gampong Jawa Belakang, berada seluruhnya di Kecamatan Langsa Kota.

Kemudian, Eden Dodik (31), warga Gampong Alur Dua, M Yusuf (24), warga Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat. Lalu ditambah lagi, Heri Kuniasyah (27), warga Gampong Paya Bujok, dan Azhar Mawan (37), warga Gampong Timbang Langsa, keduanya berada di Kecamatan Langsa Baro.

Amatan Prohaba pelaksanaan penerapan hukum Syariat Islam atau hukum cambuk yang ketiga kalinya ini, berlangsung di Lapangan Merdeka Langsa sekitar pukul 14.30 WIB hingga berakhir pada pukul 17.00 WIB. Mendapat perhatian serius ribuan warga Kota Langsa, yang memadati arena eksekusi hukum cambuk ke 19 tervonis kasus maisir tersebut.

Prosesi cambuk sempat menjadi tertawaan warga yang menyaksikan akesukusi, pasalnya sejumlah tervonis dengan gagah berani tanpa merasa malu melambai-lambaikan tangan pada penonton seolah artis yang ingin manggung. Aksi mereka itu dilakukan baik ketika hendak maupun setelah dicambuk.

Sejumlah pejabat Pemerintah Aceh juga ikut hadir dalam eksekusi tersebut, diantaranya Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar SAg, Kadis Syariat Islam Aceh, Prof Dr Rusli Ali Muhammad, Wali Kota Langsa, Drs Zulkifli Zainon MM, Kajari Langsa, Adonis SH, Kapolres Langsa, AKBP Drs Yosi Muhamartha, Kadis Syariat Islam Langsa, Drs Mursyidin Budiman, Ketua I MPU Langsa, Drs Zulakarnin MA, dan sejumlah pejabat teras lainnya.

Hukum cambuk bukan menyiksa
Sementara itu Wagub Aceh, Muhammad Nazar, sebelum eksekusi cambuk dilaksanakan mengatakan, Aceh adalah provinsi satu-satunya di Indonesia yang melaksanakan hukum syariat Islam berdasarkan Udang-undang Pemerintah Aceh. Dirinya mengakui bahwa selama ini masih adanya kendala dan rintangan dalam perjalanan penerapan hukum syariat Islam di Aceh, terutama itu datang dari umat Islam sendiri yang ada di Aceh maupun pihak luar yang tidak senang penerapan hukum Allah SWT ini.

Namun Pemerintah Aceh tetap berkomitmen sampai kapan pun untuk menerapkan hukum syariat Islam, dan meminta dukungan segenab masyarakat di bumi Serambi Mekkah ini. Hukum Islam melalui penerapan hukum cambuk bukan untuk menyiksa, tetapi bertujuan untuk menyelamatkan, mendidik, menghormati, merubah perbuatan buruk untuk berbuat baik umat manusia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 14 tervonis kasus perjudian (maisir), Kamis (19/5) petang, menjalani eksekusi cambuk. Eksekusi cambuk yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Darulfallah, Langsa, itu mendapat perhatian seribuan warga.(c42)

Rate this item
(0 votes)
back to top
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019