msaceh

Berita

Berita (1050)

48 Orang Calon Peserta Diklat Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi Jalani Tes Wawancara | (25/09)

Jakarta | badilag.net (25/09)

Sebanyak 48 orang Hakim Peradilan Agama calon peserta diklat ekonomi syari'ah di Universitas Ibnu Sa'ud  Arab Saudi menjalani tes wawancara yang diselenggarakan di dua tempat yaitu Ditjen Badilag dan PTA Surabaya. Mereka diuji langsung oleh DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani, Direktur Ma’had Ali Li Qodho’, Universitas Muhammad Ibnu Saud.

Sebelumnya pada hari Kamis dan Jum'at, tanggal 23 dan 24 September, sebanyak 34 peserta telah menjalani tes di Ditjen Badilag, sedangkan sisanya menjalani tes di PTA Surabaya pada hari Sabtu tanggal 25 September. (klik disini untuk melihat link beritanya)

Teknis pelaksanaan wawancara adalah para peserta dipanggil satu persatu untuk masuk ke ruang tes, dimana disana telah menunggu DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani sebagai penguji didampingi oleh seorang staf khusus Dirjen, Nasich Salam.

Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 5-10 menit, mereka ditanya seputar pemahamannya tentang perkembangan hukum Islam menggunakan bahasa bahasa Arab.

Banyak dari mereka setelah dilakukan tes merasa gembira, hal itu bisa dilihat dari raut mukanya. Namun ada juga diantara mereka yang merasa kwatir. "Bagaimana hasilnya tadi, mumtaz?" tanya salah seorang peserta kepada rekannya yang telah selesai diwawancara.

Menurut staf khusus Dirjen Badilag yang merupakan tim penguji, Nasich Salam mengatakan bahwa sebelumnya ada 50 para calon peserta yang akan menjalani tes wawancara, namun dua diantaranya menyatakan mengundurkan diri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nantinya dari 48 orang ini, akan dipilih sebanyak 40 orang untuk mengikuti diklat di Universitas Muhammad Ibnu Saud.

Perlu diketahui, bahwa pelatihan ini adalah bentuk kerjasama antara Mahkamah Agung Republik Indonesia khususnya Ditjen Badilag dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi, dimana pada akhir tahun 2008 yang lalu Ditjen Badilag telah memberangkatkan sebanyak 40 orang hakim peradilan agama untuk mengikuti pelatihan yang sama disana.

Teknis Keberangkatan Peserta

Masih menurut Nasich, bahwa Ditjen Badilag disini adalah hanya memfasilitasi penyelenggaraan tes saja, karena hasilnya adalah merupakan hak sepenuhnya dari Universitas Ibnu Saud.

Sebelumnya, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Universitas Ibnu Saud telah mengutus wakilnya ke Indonesia untuk menanyakan tentang kesiapan para peserta dari Indonesia yang akan mengikuti pelatihan kesana. Setelah itu, untuk yang kedua kalinya, mereka mengutus perwakilannya untuk datang ke Indonesia untuk melakukan tes wawancara.

"Insya Allah apabila hasil tes itu sudah selesai, kita akan segera umumkan di website Ditjen Badilag," ungkapnya.

Mengenai kapan para peserta ini akan diberangkatkan ke Arab Saudi, Nasich belum bisa memastikan kapan waktunya. Hal itu disebabkan karena setelah hasil tes wawancara ini akan diserahkan di Universitas Ibnu Saud untuk diolah, selanjutnya disana mereka akan berkoordinasi dulu dengan instansi terkait lainnya untuk pemrosesan visa dan lain sebagainya.

Pelatihan ini merupakan sesuatu yang sangat diimpikan oleh semua hakim di lingkungan peradilan agama. Mengapa?

Karena selain melakukan pelatihan tentang perkembangan hukum Islam di Arab Saudi, mereka juga sekaligus akan melakukan ibadah haji yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi.

Istimewanya lagi kunjungan para hakim peradilan agama ini dijadikan sebagai tamu kerajaan, yang artinya segala fasilitas sudah tentu lebih dibanding kunjungan biasa termasuk dalam hal ibadah haji.

Nasich menggambarkan, apabila para peserta ini berangkat pada awal Oktober, mereka akan mengikuti pelatihan sekitar satu bulan kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji. Namun apabila berangkatnya pada akhir Oktober, mereka akan melakukan ibadah haji terlebih dahulu kemudian baru mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Badilag, Farid Ismail berpesan kepada para calon peserta ini agar menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. "Jaga kesehatan masing-masing, bagi yang merokok tolong mulai sekarang kalau bisa distop dulu,' pesannya kepada para peserta.

"Apabila bapak-bapak ini mendadak dipanggil ke Jakarta juga harus sudah siap," tegasnya.

(ws)

Read more...

Comment

450 Orang Peserta Ujian CPNS Mahkamah Agung Tes Komputer di MS Aceh | (8/10)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Sesuai dengan surat Sekretaris Mahkamah Agung RI No. 4051/SEK/KU.01/10/2013 tanggal  2 Oktober 2013 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS di Lingkungan MA Tahun Anggaran 2013 bahwa pelamar yang mendaftar dan memilih tempat ujian pada MS Aceh yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan dapat mengikuti ujian tes komputer sebanyak 450 orang. Ujian tes komputer akan dilaksanakan hari Selasa s.d. Jum’at tanggal 8 s.d. 11 Oktober 2013 di MS Aceh. Pada waktu yang bersamaan diadakan juga ujian di PT Banda Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 260 orang. Mereka akan memperebutkan formasi penerimaan CPNS sebanyak 24 orang untuk MS dan PT.

Peserta ujian tes komputer wajib membawa KTP, bukti pendaftaran online dan pas foto 4 x 6 dengan background warna merah sebanyak 2 lembar. Peserta pria memakai kemeja dan celana panjang sedangkan untuk wanita memakai blus dan rok panjang serta memakai sepatu. Peserta yang dinyatakan lulus ujian tes komputer akan langsung diberikan Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) untuk mengikuti ujian tertulis Tes Kompetensi Dasar (TKP) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang akan dilaksanakan tanggal 3 November 2013. 

Menurut keterangan Ketua Tim dari MA Rudy Rahman Fransiwa, S. Kom bahwa ujian tes kumputer akan diikuti 130 peserta setiap hari. Ujian tersebut meliputi kemampuan menggunakan komputer atau laptop secara baik dan dapat mengetik sebagai modal dalam pelaksanaan tugas. Hal ini disebabkan karena peserta ujian adalah calon tenaga administrasi yang harus mampu menggunakan laptop dengan baik  “Peserta harus mampu menggunakan laptop karena CPNS ini adalah tenaga administrasi,” kata Rudy menjelaskan. Dijelaskannya lebih lanjut bahwa ujian tes komputer ini dilaksanakan di 13 pengadilan tingkat banding seluruh Indonesia dan waktu bersamaan.

Hakim Tinggi Abd. Hamid Pulungan (AHP) dalam kata sambutannya pada waktu membuka secara resmi ujian tersebut mengatakan bahwa ujian tes komputer adalah syarat mutlak bagi calon tenaga administrasi, oleh sebab itu hanya yang mampu menggunakan komputer yang akan dinyatakan lulus dalam ujian. AHP meminta peserta supaya tenang menghadapi ujian dan berdo’a kepada Allah Swt supaya lulus dalam ujian tersebut. “Kerjakan semua perintah penguji dengan baik dan berdo’a kepada Allah semoga semuanya lulus,” ujar AHP yang diamini peserta ujian.

Menurut pantauan, ujian tes komputer berjalan dengan baik. Penguji yang terdiri dari Tim Pusat maupun staf Subbag Kepegawaian MS Aceh serius dan dan sungguh-sungguh menguji setiap peserta. Dalam satu gelombang sebanyak 20 orang dan telah siap laptop di meja yang disediakan panitia. Masing-masing peserta waktu ujian selama 5 menit. Pada umumnya peserta telah dapat menggunakan komputer hanya saja karena sedang menghadapi ujian, ada juga peserta yang gemetar memegang laptop. “Biasa, karena ujian,” ujar Rudy Rahman mengomentari pelaksanaan ujian komputer tersebut.

Kita berharap peserta dapat melaksanakan ujian dengan tertib dan lancar dan semuanya lulus. Dan bagi peserta yang lulus akan diberikan Kartu Tanda Peserta Ujian untuk ikut ujian tertulis tanggal 3 Nopember 2013. Menurut penjelasan salah seorang anggota Tim Pusat Sudarna bahwa pada ujian tertulis yang akan datang akan diikuti juga pegawai honorer kategori II yang berjumlah 33 orang. Tenaga honorer ini tidak ikut ujian tes komputer tetapi langsung ikut ujian tertulis.

Selamat menempuh ujian semoga lulus dan bergabung dengan Mahkamah Agung.

(AHP)

Read more...

Comment

41 Orang Hakim dan Pegawai MS se Aceh Naik Pangkat Periode April 2013 | (30/9)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Kenaikan pangkat adalah dambaan semua hakim dan pegawai karena dengan kenaikan pangkat akan ada nilai tambah seperti kenaikan gaji pokok, kenaikan tunjangan dan lain-lain. Oleh sebab itu diharapkan kenaikan pangkat tidak terlambat dan lebih baik lagi apabila mendapatkan kenaikan pangkat pilihan. Kasubbag Kepegawaian MS Aceh H. Ansharullah, SH., MH mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha agar kenaikan pangkat Hakim dan pegawai tepat waktu, baik kenaikan pangkat reguler, pilihan maupun penyesuaian Ijazah.

“Kami berusaha agar kenaikan pangkat berhasil tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar H. Ansharullah yang baru saja menunaikan ibadah haji tahun yang lalu.

Usul kenaikan pangkat Hakim dan pegawai periode April 2013 sebanyak  62 orang dengan rincian golongan II 6 orang, golongan III 33 orang dan golongan IV 23 orang.  Masih terdapat 21 berkas lagi yang masih dalam proses. “Usul naik pangkat dari IV/b ke IV/c dan penyesuaian Ijazah  yang belum berhasil dan khusus kenaikan pangkat ke IV/c memerlukan persetujuan Presiden, oleh karena itu terlambat turunnya,” kata H. Ansharullah menjelaskan.

“Bagi mereka yang telah menerima SK kenaikan pangkat diharapkan lebih meningkatkan kinerja karena kenaikan pangkat adalah prestasi yang ditunjukkan selama ini,” kata Ketua MS Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH., MH ketika diminta tanggapannya tentang kenaikan pangkat tersebut. Dalam penjelasannya lebih lanjut, beliau sebagai pimpinan selalu meminta kepada bagian kepegawaian agar memproses kenaikan pangkat dengan cermat dan teliti sehingga diharapkan tidak ada yang kekurangan persyaratan yang dapat mengakibatkan tertundanya kenaikan pangkat. “Alhamdulillah, usul kenaikan pangkat selama ini selalu berhasil,” ujar Ketua memuji kinerja bagian kepegawian.

Salah seorang pegawai yang mendapat kenaikan pangkat penyesuaian Ijazah dari golongan III/d ke IV/a Abd. Latif, SH., MH menyatakan merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada kepegawaian MS Aceh yang telah memproses kenaikan pangkatnya dan berhasil. “Saya sangat bersyukur sudah naik pangkat ke IV/a,” ungkapnya dengan senyum. Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa ia telah 8 tahun dalam pangkat III/d dan tidak bisa naik pangkat berhubung  pangkat maksimal telah tercapai dalam jabatannya sebagai panitera pengganti MS Aceh dan pendidikan yang dimilikinya adalah S.1. “Syukurlah, saya selesai pendidikan S.2 di Unsyiah tahun 2012 lalu diusulkan naik pangkat ke IV/a periode April 2013 dan berhasil,” tandas Abd. Latif yang dapat menyelesaikan pendidikan S.2 dalam waktu 1 tahun 9 bulan.

Kasubbag Kepegawaian H. Ansharullah meminta kesabaran Hakim dan pegawai yang belum turun kenaikan pangkatnya. Menurutnya, terkadang ada keterlambatan kenaikan pangkat tetapi TMTnya tetap periode April 2013 sebagaimana nota usul.  “Bagi yang belum menerima SK kenaikan pangkat harap bersabar, Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi akan turun SKnya,” pinta H. Ansharullah.

(AHP)

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019