msaceh

Berita

Berita (1042)

Absensi Hakim Dan Pegawai Mahkamah Syar’iyah Aceh Menggunakan Finger Scanning

tampak Hakim Dan Pegawai Mahkamah Syar'iyah Aceh antri untuk absen elektronik

Banda Aceh | www.ms-aceh.go.id (21/02/2012)

Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam menerapkan absensi masuk dan pulang kantor bagi pegawai dan hakim menggunakan finger scanning secara elektronik dan menggunakan absensi tertulis secara manual. Kebijakan tersebut sudah lama diterapkan dan bagi pegawai dan hakim yang terlambat datang atau cepat pulang kantor, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 071/KMA/SK/V/2008 tanggal  14 Mei 2008 Tentang Ketentuan Penegakan Disiplin Kerja Dalam Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Khusus Kinerja Hakim dan PNS pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang Berada di Bawahnya menyebutkan, bahwa hari kerja adalah Senin sampai dengan Jum’at dengan ketentuan jam kerja pukul 08.00 s/d pukul 16.30 dan khusus hari Jum’at jam pulang pukul 17.00  Dalam Surat Keputusan tersebut dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan jam kerja harus ditunjuk seorang petugas daftar hadir dan daftar pulang baik secara manual maupun mesin.

Menurut penjelasan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs. H. Idris Mahmudy, SH. MH melalui Kasubbag Kepegawaian Drs. Muhammad bahwa kebijakan memberlakukan absensi secara manual dan elektronik (pinger scanning) adalah keharusan sebagai dasar untuk pembayaran tunjangan kinerja / remunerasi. Ditambahkannya lagi, bagi pegawai dan hakim yang terlambat masuk atau pulang sebelum waktunya dibayarkan tunjangan kinerja dengan perhitungan dikurangi 1 % (satu perseratus) dan bagi yang tidak masuk bekerja dikurangi 5 % (lima per seratus) sebagaimana diatur pada Pasal 19 SK Ketua Mahkamah Agung tersebut.

Sementara itu, menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PERMA/87/M.PAN/8/2005 tanggal 10 Agustus 2005 Tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan dan Disiplin Kerja menyebutkan, Absensi presentasi  kehadiran menggunakan sistem absensi elektronik dan on line ke jaringan sistem informasi /elektronik perkantoran. “Oleh sebab itu, absensi yang kita terapkan adalah melalui sistim manual dan elektronik (finger scanning)” kata Muhammad.

Kasubbag Kepegawaian Drs. Muhammad dalam penjelasannya kepada Redaktur IT bahwa, pembayaran tunjangan kinerja (remunerasi) yang sekarang ini diterima 70 % didasarkan kepada absensi elektronik. Apabila ada pegawai atau hakim yang terlambat datang atau cepat pulang atau tidak masuk sama sekali, maka tunjangan kinerja yang diterimanya akan dipotong sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Ditambahkannya lagi, pernah suatu ketika Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs. H. Idris Mahmudi, SH. MH terlambat datang 1 (satu) menit oleh karena kebetulan sedang terjadi kemacetan di jalan menuju kantor, maka tunjangan kinerja beliau dikenakan pemotongan sebagaimana ketentuan dan Ketua pun menerima ketentuan tersebut dengan ikhlas.

Dalam rangka tertibnya absensi masuk dan pulang kerja telah ditunjuk seorang petugas yang menangani absen, yaitu Herlina staf Subbag Kepegawaian. Dialah yang merekap absensi setiap bulannya sesuai kehadiran pegawai dan hakim berdasarkan finger scanning. Dan hasil rekap tersebut selanjutnya diserahkan kepada pengelola remunerasi pada Subbag Keuangan, yaitu Yosi Dirola, SE. “Sesuai dengan data dalam rekap absensi setiap bulan, lalu diajukanlah permintaan pembayaran remunerasi ke Mahkamah Agung RI, jelas Panitera/Sekretaris Drs. H. Syamsikar melalui Kasubbag Keuangan Ansharullah, SH. MH. Ditambahkannya lagi, dengan penerapan absensi secara finger scanning seperti yang sudah dilakukan selama ini berarti Mahkamah Syar’iyah Aceh telah melakukan reformasi birokrasi dalam hal kehadiran pegawai dan hakim. Dan dengan demikian, semoga saja tunjangan kinerja / remunerasi yang diterima selama ini sebesar 70 % akan dapat menjadi 100 % pada tahun 2012 ini, harapnya yang diamini oleh Redaktur IT. (By. H. Abd. Hamid Pulungan).

Read more...

Comment

A. Mu’thi : Hanya Allah Yang Menyembuhkan Penyakit | (31/07)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1433 H, kegiatan ceramah agama setelah shalat Zuhur di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh menampilkan penceramah Drs. A. Mu’thi, MH yang sehari-harinya adalah Hakim Tinggi. Ustadz kita yang berasal dari Jawa Barat ini menyampaikan dalam ceramahnya bahwa penyakit yang diderita oleh seseorang berasal dari Allah dan Allah jualah yang menyembuhkannya.

Kisah seorang dosen UNPAD Bandung

Ustadz kita yang sudah pandai bahasa Aceh ini menceritakan bahwa Prof. Herman, seorang guru besar di Universitas Padjadjaran Bandung telah menjadi seorang ateis setelah mendapatkan gelar akdemik S.3 dari Amerika Serikat. Prof. Herman mengklaim bahwa dialah yang paling hebat dan merasa ilmunya adalah segala-galanya.  Dan pada akhirnya Prof. Herman tidak mengakui adanya Tuhan dan dia hanya mengakui ilmunya sebagai Tuhan. Lalu Allah Swt memberikan ujian kepadanya dengan penyakit lupa ingatan. Ilmu yang dimilikinya hilang semuanya bahkan mengeja kalimatpun sangat berat baginya. 

Lalu, Prof. Herman berobat kemana-mana, mulai dari dokter sampai dengan pengobatan secara alternatif, tetapi usahanya tersebut sia-sia dan penyakitnya tidak sembuh. Menurut diagnosa dokter, bahwa penyakit yang diderita Prof. Herman adalah otaknya mengecil dan tidak mungkin lagi akan sembuh.”Untunglah, keluarga Prof. Herman adalah berasal dari pesantren, lalu membawa Prof.Herman berobat ke seorang Kiyai ternama di Bandung”, kata Ustadz A. Mu’thi menjelaskan.

Dalam pengobatan yang diberikan oleh Kiyai tersebut, Prof. Herman diajarkan oleh Kiyai supaya selalu mengucapkan kalimat La ilaha illallah disertai dengan pemahaman secara harfiyah dan menghayatinya sesungguh hati. Dalam pengobatan secara terus menerus yang diberikan oleh Kiyai, berangsur-angsur Prof. Herman sadar kembali bahwa sakitnya datang dari Allah dan Allah jualah yang akan menyembuhkannya. Prof. Herman sadar kembali, Allah adalah maha bijaksana, Allah adalah maha pemurah dan maha penyayang. Dengan ridho dan izin dari Allah Swt akhirnya Prof. Herman sembuh dan ilmunya yang sempat hilang dari ingatannya diingatnya kembali, lalu Prof. Herman kembali mengajar di almamaternya sekaligus tempat pengabdiannya Universitas Padjadjaran Bandung.

Prof. Herman yang kembali ke habitatnya sadar betul bahwa ia telah keliru dalam memahami Tuhan sebagai Khaliq dan lebih menfokuskan diri kepada ilmunya. Akhirnya Prof. Herman mohon agar dapat diterima sebagai tenaga pengajar pada Universitas Islam Bandung (UNISBA). Prof. Herman akan taubat dari kesalahannya dan menjadikan UNISBA sebagai pengabdiannya disamping UNPAD yang telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak masa kuliah sampai menjadi tenaga pengajar.

Kisah seorang korban Tsunami

Alkisah, seorang warga Banda Aceh yang menderita lumpuh dan kursi roda adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya. Ustadz A. Mu’thi menyampaikan bahwa orang lumpuh tersebut ketika terjadi bencana gempa dan gelombang tsunami dahsyat yang melanda Aceh tahun 2004 hanya pasrah dan mohon perlindungan kepada Allah Swt. Dalam kepasrahannya, ia tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat menyalamatkan diri dan hanya tawakkal kepada Allah Swt. Ia tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat La ilaha illallah. “Syahdan, dengan iradat dan qudrat Azza wa Jalla, orang lumpuh tersebut selamat dari gempa dan gelombang tsunami. Bahkan penyakit lumpuh yang dideritanya selama ini sembuh dan kembali normal sebagaimana layaknya orang yang sehat”, kata Ustadz dengan penuh haru. Menurut Ustadz, penyakit datang dari Allah dan Allah jualah yang akan menyembuhkannya. Ustadz mengutip ayat al-Qur’an surat al-Syu’ara ayat 80 : 

Artinya :  Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.

Ustadz menyebutkan, bahwa manusia harus selalu tawakkal kepadaNya dan apabila mendapat musibah berupa penyakit, maka kita berobat dengan sungguh-sungguh tetapi jangan lupa selalu mohon kepada Allah Swt agar penyakit tersebut segera sembuh, nasehat Ustadz  sambil menutup tausiyahnya.

(H. Abd. Hamid Pulungan)

Read more...

Comment

9 Orang Mahasiswa Magang pada MS Aceh | (08/3)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Mahkamah Syar’iyah Aceh menerima Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Banda Aceh untuk magang dan praktek lapangan sebelum menyelesaikan studinya. Dalam waktu yang bersamaan, sekarang ini ada 9 (sembilan) orang Mahasiswa dari 3 (tiga) Perguruan Tinggi yang sedang magang yaitu  dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia (AMIKI) sebanyak 4 (empat) orang, masing-masing Nova Maulida, Uun Naylufar, Uswatun Hasanah  dan Zulfikar. Universitas Serambi Mekkah (USM) 2 (dua) orang yaitu Saiful Ikhwani dan Muliadi. Akademi Sekretaris Manajemen Nusantara (ASMN) 3 (tiga) orang yaitu Marliana, Asiah dan Khairunnisa.

Mahasiswa dari AMIKI dan ASMN akan magang selama 3 (tiga) bulan terhitung dari Maret sampai dengan Mei 2013, sedangkan dari ASMN akan magang selama 1 (satu) bulan saja.

Pembagian tugas bagi Mahasiswa magang tersebut adalah Nova Maulida, Saiful Ikhawani dan Asiah ditempatkan pada Subbag Umum. Uun Naylufar pada bagian Banding, Uswatun Hasanah pada bagian Perpustakaan, Zulfikar pada bagian Keuangan, Muliadi pada bagian Teknologi Informasi, Marliana pada bagian Hukum dan Khairunnisa pada bagian Kepegawaian.

Panitera/Sekretaris Mahkamah Syar’iyah Aceh Drs. H. Syamsikar mengatakan bahwa Mahasiswa magang tersebut di bawah koordinasi Wakil Sekretaris Khairuddin, SH. Panitera berharap Mahasiswa magang tersebut dapat menimba pengalaman dan pengetahuan selama magang pada MS Aceh dan akan sangat berguna apabila sudah terjun ke masyarakat. “Saya harap Adik-adik Mahasiswa yang sedang magang dapat menimba pengalaman disini dan akan berguna apabila telah bekerja nantinya,” ujar Panitera memberikan motivasi.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Ir. Hj. Elvitriana, M. Eng dalam suratnya Nomor : 52/FT-USM/II/2013 tanggal 19 Pebruari 2013 yang ditujukan kepada Ketua MS Aceh menyebutkan bahwa Mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan Kerja Praktek (KP) yang bertujuan untuk mengaktualisasikan dan membandingkan ilmu yang diperoleh di Universitas dengan dunia kerja dan masyarakat.

Uun Naylufar, salah seorang Mahasiswimagang ketika diwawancarai oleh redaktur ITmengatakan  ia sangat senang magang pada MS Aceh karena mendapat pengalaman danilmu yang tidak dapat di kampus sehingga menambah wawasan serta menjadi bekal apabila telah memasuki lapangan pekerjaan.

“Saya sangat senang yang magang ini karena menambah pengalaman,” kata dara manis dari Aceh Besar ini dengan senyum simpul.

Hal yang senada disampaikan oleh Muliadi, Mahasiswa Teknik Informatika semester 8 yang ditempatkan pada bagian IT. Menurutnya, ia sangat tertantang untuk mengetahui seluk beluk IT secara langsung, lebih-lebih setelah mengetahui bahwa website MS Aceh adalah terbaik kedua seluruh Indonesia. “Saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai IT ini, tolong saya dibimbing,” ujarnya kepada M. Kadri yang mengelola website.

Selamat melaksanakan magang pada MS Aceh semoga menambah pengalaman dan wawasan untuk bekal setelah memasuki lapangan pekerjaan.

(AHP)

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019