msaceh

Berita

Berita (1032)

Big Applause untuk Badilag dan Peradilan Agama (16/3)

Bogor l Badilag.net

Presentasi Dirjen Badilag Wahyu Widiana di hari ke-2 konferensi IACA, Selasa (15/3/2011) menyita perhatian peserta konferensi. Agak lain dari narasumber-narasumber lain, Dirjen Badilag memanfaatkan media audio-visual untuk mendukung presentasinya berjudul “Justice for the Poor: The Badilag Experice”.

Dipandu moderator Mas Ahmad Santosa, anggota Satgas Mafia Hukum, selama sekitar 10 menit peserta konferensi diajak untuk menonton film tentang sidang keliling. Film ini dibuat atas kerjasama Mahkamah Agung, AUSAID dan PEKKA di Pengadilan Agama Cianjur.

Para peserta dari berbagai negara tampak terkesima melihat model sidang keliling di Indonesia. Mereka memperhatikan bagaimana Pengadilan Agama mempersiapkan sidang keliling. Pelaksanaan sidang keliling di tempat yang jauh dan sulit dijangkau juga menyita perhatian mereka. Perhatian yang sama mereka berikan saat mengamati respon masyarakat terhadap pelaksanaan sidang keliling.

Seusai pemutaran film, Dirjen tidak langsung berbagi pengalaman seputar justice for the poor di peradilan agama selama beberapa tahun terakhir. Dirjen terlebih dahulu menjabarkan secara sepintas struktur Mahkamah Agung.

 

“Di Mahkamah Agung Indonesia ada peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer dan peradilan tata usaha negara,” tutur Dirjen. Hal ini perlu disampaikan, sebab tidak seluruh peserta konferensi memahami posisi peradilan agama dan Badilag.

Para peserta konferensi menonton film sidang keliling.

Setelah itu Dirjen baru menjelaskan program justice for the poor di peradilan agama yang terdiri dari pemberian fasilitas prodeo, sidang keliling dan pos bantuan hukum.

Dirjen bertutur, kebijakan yang pro-rakyat miskin ini diambil setelah ada penelitian yang menyebutkan bahwa kendala yang dihadapi masyarakat miskin jika ingin berperkara di Pengadilan Agama adalah biaya, yang meliputi biaya perkara dan biaya transportasi.

“Untuk melaksanakan program ini kami mendapat anggaran Rp 1 Miliar pada tahun 2007 lalu meningkat menjadi Rp30 miliar pada tahun 2008,” Dirjen menuturkan. Tetapi sayang, anggaran yang meningkat secara tajam itu tak termanfaatkan sepenuhnya.

“Tidak banyak terserap karena aturan-aturannya belum ada. Kawan-kawan di daerah takut melakukan penyalahgunaan. Nanti kena KPK,” ungkap Dirjen.

Tahun-tahun berikutnya keadaan berubah. Pada tahun 2009 terbit UU Kekuasaan Kehakiman dan UU Peradilan Agama yang baru. Kedua peraturan perundang-undangan ini memberikan penguatan atas program-program peradilan yang berorientasi pada bantuan hukum kepada masyarakat miskin, seperti pemberian fasilitas prodeo dan sidang keliling.

Ratusan peserta seminar dari belasan negara memperhatikan presentasi Dirjen Badilag.

Meski anggaran untuk bantuan hukum pada tahun 2009 menurun dibanding tahun sebelumnya, program ini tetap dilaksanakan dengan baik oleh berbagai Pengadilan Agama. Setahun kemudian, pada 2010, terbit SEMA 10/2010 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum lalu disusul Petunjuk Pelaksanaan SEMA tersebut pada tahun 2011.

“Dengan payung hukum itu pelaksanaan program justice for the poor diharapkan semakin baik lagi,” tutur Dirjen.

Dirjen lantas memaparkan kondisi mutakhir. Pada tahun 2011 ini peradilan agama mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp11.836.900.000 program bantuan hukum.

“Untuk perkara prodeo, target yang diberikan negara, sebagaimana disebutkan Bapak Presiden RI kemarin, ialah 11.553 perkara dengan alokasi anggaran Rp3.465.900.000,” kata Dirjen.

Untuk sidang keliling, targetnya yang harus dicapai peradilan agama ialah 9.023 perkara dengan anggaran Rp 4.188.500.000. “Dan tahun ini sidang keliling digelar di 273 lokasi di seluruh Indonesia,” ungkap Dirjen, sembari membentangkan peta yang didesain sedemikian rupa sehingga menunjukkan di mana saja sidang keliling dilaksanakan di seluruh penjuru Indonesia.

Sedangkan untuk posbakum, target yang dipatok ialah negara untuk peradilan agama ialah 11.553 perkara dengan anggaran Rp 4.182.500.000.

“Posbakum di peradilan agama mulai beroperasi sejak Maret 2011 ini,” Dirjen menjelaskan.

Seluruh program ini, menurut Dirjen, tidak akan berjalan dengan baik tanpa kerjasama dengan berbagai pihak. Karena itu, dalam kesempatan ini, Dirjen menyampaikan terima kasihnya kepada berbagai pihak, seperti lembaga donor, Non Government Organization, dan pemerintah daerah.

Cate Sumner, peneliti asal Australia, tampak antusias menyimak presentasi Dirjen Badilag.

Dirjen juga menyebutkan bahwa program ini dapat terlaksana dengan baik karena ditunjang dengan pemberian informasi yang memadai, baik melalui spanduk dan selebaran di gedung pengadilan maupun website yang bisa diakses oleh masyarakat seluruh dunia.

Di ujung presentasinya, Dirjen mengajak para peserta konferensi untuk melihat foto-foto dramatis seputar pelaksanaan sidang keliling. Di antaranya sebuah foto yang menunjukkan mobil yang ditumpangi para hakim dari sebuah PA di Sumatera nyaris tergelincir karena harus mendaki jalan yang licin. Melihat foto-foto itu, hampir sama ketika menonton film tentang sidang keliling, para peserta konferensi tampak terkesima.

Setelah itu Dirjen menutup presentasinya dan tepuk tangan membahana di ruangan konferensi. Big applause itu diberikan puluhan orang dari belasan negara. Untuk kesekian kali, Badilag dan peradilan agama mendapat apresiasi yang tinggi.

(hermansyah l hirpan hilmi)

Read more...

Comment

Berita Duka

 

INNALILLAHI WA INNA ILAIRAJI’UN

Banda Aceh [16/01]

Keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Aceh turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggal dunia M. JAMIL S.Ag pada hari Minggu [16/01] pukul 09.00 wib di rumah sakit umum Zainal Abidin Banda Aceh dan dikebumikan pada hari itu juga di kampung halamannya yaitu Gampong Menasah Meunjee Glumpang Minyeuk Kabupaten Pidie. Beliau telah mengabdi selama 8 tahun sebagai Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah Aceh  yang sebelumnya Panitera Pengganti pada Pengadilan Agama Sigli. Alm. M. Jamil S.Ag meninggalkan seorang putrid dan 4 orang putra.

Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam mengadapi musibah ini ..

Read more...

Comment

Bedah Berkas Perkara Dan Presentasi Putusan | (19/04)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Bedah berkas perkara.

Memasuki hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis Kompetensi Hakim Peradilan Agama Angkatan III Tahun 2012  di hotel Sultan Banda Aceh diadakan bedah berkas. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan dan untuk mengasah ketajaman analisa peserta dalam memeriksa berkas. Diharapkan dari bedah berkas tersebut, peserta dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan mengemukakan pendapat bagaimana seharusnya pemeriksaan perkara tersebut maupun dalam membuat putusan yang baik dan benar.

Dalam kegiatan bedah berkas tersebut peserta dibagi ke 5 (lima) kelompok. Masing-masing kelompok membedah berkas perkara tentang waris yang telah diperiksa dalam tingkat kasasi yang berasal dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang dengan register Nomor : 604/Pdt.G/2008/PA.Kab. Malang tanggal 25 Agustus 2008. Bedah berkas tersebut dimulai pukul 14.00 wib sampai dengan pukul 23.00 wib yang diselingi dengan ishoma (istirahat, sholat dan makan). Nampak peserta begitu tekun dan bersungguh-sungguh meneliti setiap lembar yang ada dalam berkas perkara, sepertinya tidak ada yang luput dari pemeriksaan peserta.

Salah seorang peserta yang bernama Drs. H. Abd. Razak Bachtiar, SH. MH yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung ketika diwawancarai Redaktur IT mengatakan bahwa bedah berkas tersebut sangat menyita waktu dan kesungguhan karena kita ingin menerapkan apa yang telah disampaikan oleh Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan dalam materi yang beliau paparkan dengan judul Mencari Hakim Pengadilan Agama Yang Ideal. “Kami membedah berkas perkara tersebut sampai pukul 03.00 wib dini hari dengan perbebatan yang cukup alot dengan mengemukakan argumen masing-masing untuk tujuan yang sama, yaitu mencari yang terbaik” kata Hakim Tinggi kita ini yang diiyakan oleh peserta yang lain yang bernama Drs. H. Djamhuri Ramadhan, SH yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

Presentasi Putusan.

Pada esok harinya, sejak pukul 08.00 Wib sampai dengan siang hari diberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil temuannya yang dituangkan dalam putusan pada forum diskusi tentang bedah berkas perkara dengan mengemukakan alasan hukum. Juru bicara kelompok dengan cara dan gayanya masing-masing menyampaikan putusan dalam perkara yang dibedah terutama tentang hukumnya dan amar putusan. Dan, kepada kelompok yang lain diminta untuk memberikan tanggapan atas presentasi tersebut.

Diantara peserta yang memberikan tanggapan adalah peserta yang berasal dari Pengadilan Tinggi Agama Lampung yang menyebutkan bahwa istilah panitera pengganti seharusnya digunakan dengan panitera sidang. Hal ini katanya lebih lanjut sesuai dengan hasil Bimtek yang lalu yang diperoleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Lampung. Atas tanggapan tersebut diluruskan oleh Direktur Pembinaan Tenaga Teknis H. Purwosusilo yang menyatakan bahwa yang disampaikan pada Bimtek yang lalu adalah dengan istilah panitera pengganti, dan dibenarkan oleh Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan.   

Penjelasan nara sumber Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan.

Atas apa yang telah disampaikan masing-masing kelompok, baik presentasi maupun tanggapan atas bedah berkas perkara, lalu diberikan penjelasan dan tanggapan oleh Yang Mulia Hakim Agung Prof. H. Abdul Manan. Dalam penjelasannya, H. Abdul Manan mengatakan bahwa dalam memeriksa perkara menggunakan 3 (tiga) teori yaitu (1). Tehnik analitik (yuridis geometris) (2). Tehnik Equatable (Komistis-keadilan deduktif) (3). Tehnik silogisme, metode penerapan induktif. Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa untuk pemeriksaan perkara kebendaan seperti waris, maka teori yang digunakan dalam memeriksa perkara adalah tehnik equatable, yaitu dari yang umum kepada yang khusus. Banyak hal yang dijelaskan oleh Prof. H. Abdul Manan terkait dengan bedah berkas perkara tersebut yang semuanya menjadi bekal bagi peserta dalam pelaksanaan tugas sebagai Hakim Tinggi, yaitu dalam hal memeriksa dan mengadili dan memutus perkara banding maupun dalam melakukan pembinaan kepada pengadilan tingkat pertama dimana pengadilan tingkat banding sebagai kawan depan Mahkamah Agung.  

(H. Abd. Hamid Pulungan)

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019