msaceh

Berita

Berita (1042)

KETUA MS ACEH : KEKAYAAN BUKAN HANYA HARTA BENDA | (01/10)

Banda Aceh | ms-aceh.go.id

Seperti biasanya, pada setiap hari Jumat selesai shalat Ashar diadakan ceramah agama di mushalla Mahkamah Syar’iyah Aceh sambil menunggu pulang kantor pukul 17.00 Wib. Yang tampil sebagai penceramah perdana tanggal 28 September 2012 setelah hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah adalah Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH. MH. Hadir dalam kesempatan ceramah tersebut, Wakil Ketua Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH. MH, Hakim Tinggi, pejabat struktural dan fungsional serta pegawai lainnya.

Dalam ceramahnya yang berdurasi lebih kurang 20 menit tersebut, Ketua menjelaskan bahwa rezki yang diberikan Allah Swt  kepada manusia sangat banyak, bukan hanya harta benda tetapi masih banyak lagi kekayaan lain yang tidak ternilai harganya. “Kekayaan yang diberikan Allah Swt kepada kita bukan hanya harta benda, tetapi udara atau oksigen yang kita hirup sehari-hari adalah merupakan kekayaan yang sangat mahal harganya, oleh karena itu harus kita syukuri”, kata Ketua menjelaskan betapa banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

Nikmat Allah Swtyang harus selalu dijaga dan disyukuri

Ketua menyebutkan beberapa nikmat Allah Swt yang menjadi kekayaan yang mahal harganya dan harus disyukuri supaya nikmat tersebut selalu bertambah.

Pertama, kesehatan. Manusia dapat berbuat dan bekerja dengan baik apabila badan dalam keadaan sehat wal afiat. Apabila badan terasa kurang enak atau kondisi badan tidak prima, maka akan menjadi hambatan untuk bekerja atau setidak-tidaknya pekerjaan yang dilaksanakan tidak menghasilkan yang terbaik. “Kesehatan yang kita terima dari Allah Swt sangat mahal harganya, oleh karena itu marilah kesehatan ini kita jaga dengan sebaik-baiknya dan kita manfaatkan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tugas kita masing-masing”, kata Ketua mengajak jamaah agar selalu bekerja dengan baik.

Kedua,  kebersamaan. Tugas dan pekerjaan akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila dikerjakan secara bersama-sama. “Saya mengajak kepada kita semua untuk menjaga kebersamaan dan kesetiakawanan dan kita laksanakan tugas secara bersama-sama, jangan ada diantara kita yang mengambil sikap secara sendiri-sendiri”, ujar Ketua menasehatkan.

Ketiga, kasih sayang. Allah Swt menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan Allah perintahkan agar hidup rukun dan damai serta kasih sayang antara satu dengan yang lain. “Alhamdulillah, selama ini telah kita bangun kasih sayang diantara sesama kita dan mari kita pelihara kasih sayang ini dengan silaturrahmi dan saling mengingatkan dalam kebaikan”, ujar Ketua dengan menyebut bahwa apabila manusia selalu menanamkan kasih sayang, maka Allah akan selalu memberikan kasih sayang-Nya kepada manusia.

Kebesaran Allah Swt

Ketua menjelaskan bahwa Allah Swt mengatur alam semesta ini sesuai dengan kebesaran-Nya. Kebesaran Allah tersebut apabila direnungkan dengan baik, akan menambah keimanan kepada Allah Swt. “Apabila kita renungkan tentang kebesaran Allah dalam menciptakan makhluk-Nya, maka akan bertambah iman kita kepada-Nya. Misalnya pokok kurma yang besar tetapi buahnya sangat kecil, sebaliknya pokok semangka yang kecil dan rapuh tetapi buahnya sangat besar”, kata Ketua mencontohkan.

“Kita berusaha mensyukuri semua nikmat yang diberikan Allah kepada kita agar nikmat tersebut bertambah dan mari kita pelihara kebersamaan yang kita bangun selama ini”, kata Ketua seraya menutup tausiyahnya.

 (AHP)

Read more...

Comment

Cerai Gugat Meningkat di Pidie dan Pijay

Sumber:serambinews.com

SIGLI - Sepanjang tahun 2009 perkara cerai gugat (isteri ajukan cerai terhadap suami) yang ditangani Mahkamah Syari'yah Sigli, Pidie, meningkat. Dari 451 perkara yang diterima, 132 di antaranya merupakan perkara gugat cerai. Sementara tahun sebelumnya, kasus cerai gugat hanya berjumlah 121 perkara. Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Selama tahun 2009 lalu, Mahkamah Syari'yah Meureudu, dilaporkan telah menagani 137 perkara. Dari jumlah itu, perkara paling dominan yang ditangani lembaga itu adalah perkara istri minta dicerai dari suaminya alias perkara cerai gugat hingga 75 perkara.

Wakil Ketua Mahkamah Syar'iyah Sigli, Drs Marwan A Rahman, kepada Serambi, Kamis (7/1)mengatakan, perkara cerai gugat terjadi peningkatan secara signifikan pada tahun 2009 berjumlah 132 perkara, dari total 451 perkara yang diterima. “Pada tahun 2008, semua kasus cerai gugat telah diputuskan majlis hakim,” kata Marwan. Sedangkan pada tahun 2009, lanjutnya, dari total 451 perkara yang ditangani Mahkamah Syar'iyah, sebanyak 132 merupakan perkara cerai gugat. Majlis Hakim Mahkamah Syariyah, pada tahun itu berhasil memutuskan 123 perkara cerai gugat. “Sisanya 9 kasus cerai gugat akan kami putuskan pada tahun ini,” sebutnya.

Dikatakan, meningkatnya perkara cerai gugat di Pidie, salah satu penyebab rendahnya moral suami yang tidak mau bertanggungjawab terhadap isteri. Sang suami doyan melakukan selingkuh dengan perempuan lain, hanya untuk mengejar kebutuhan biologis. Selain kasus cerai gugat yang terjadi peningkatan, kata Marwan, Mahkamah Syar'iyah juga menangani kasus cerai talak 50 perkara, dan majlis hakim telah memutuskan 39 perkara. Sisanya 11 perkara kasus cerai talak pada tahun 2009, akan diputuskan tahun ini.

Di Pijay
Sementara di Pidie Jaya (Pijay), selama tahun 2009 lalu, Mahkamah Syar'iyah Meureudu, dilaporkan telah menagani 137 perkara. Dari jumlah itu, perkara paling dominan yang ditangani lembaga itu adalah perkara istri minta dicerai dari suaminya alias perkara cerai gugat hingga 75 perkara. “Dari 137 perkara, baru 117 perkara yang sudah diputuskan. Sisanya akan disidangkan dalam tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perkara paling banyak adalah perkara istri minta diceraikan. Kalau suami menalak istri hanya 12 kasus,” ujar Panitera/Sekretaris Mahkamah Syar'iyah Meureudu, A Bakar Arief SAg, Rabu (6/1). Menurut dia, banyaknya istri minta diceraikan dari suaminya karena disebabkan beberapa faktor, seperti suami jarang di rumah, tidak memberikan nafkah lahir/batin, serta terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Yang kita tangani, perkara KDRT menjadi penyebab terbesar istri minta cerai,” jelas A Bakar. Disebutkan dia, ke 117 perkara yang sudah diputuskan itu meliputi, perkara cerai gugat (43 perkara), perkara cerai talak (12 perkara), perkara harta bersama (2 perkara) serta perkara isbat nikah (60 perkara). “Isbat nikah dilakukan oleh Mahkamah Syar’iyak untuk membantu masyarakat yang tidak mencatatkan pernikahannya, seperti akibat konflik dulu. Jadi, banyak pasangan tidak mendapat buku nikah,” jelas dia.(naz/s)

Read more...

Comment

Subscribe to this RSS feed
Banner_Ucapan_Idulfitri1443.jpg KMS_Baru_2022.png Waka_MA.jpg YM_KMA.png lapor.png maklumat_pelayanan.jpg sekretaris_MA.jpg

HUBUNGI KAMI

Mahkamah Syar'iyah Aceh

Jl. T. Nyak Arief, Komplek Keistimewaan Aceh

Telp: 0651-7555976
Fax: 0651-7555977

Email :

ms.aceh@gmail.com

hukum.msaceh@gmail.com

kepegawaianmsaceh@gmail.com

jinayat.msaceh@gmail.com

LOKASI KANTOR

Mahkamah Syar'iyah Aceh © 2019